Menlu AS mengatakan Presiden AS Donald Trump merasa kecewa dengan respons sejumlah sekutu NATO terhadap operasi militer AS di Timur Tengah.
Swedia, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyebut negara-negara anggota NATO saat ini belum siap memproduksi amunisi dengan kecepatan yang akan dibutuhkan di masa depan.
“Saat ini kita tidak mampu memproduksi amunisi pada tingkat yang diperlukan untuk kebutuhan di masa depan. Ini adalah sesuatu yang harus diatasi, sesuatu yang dapat kita kerjakan bersama. Ini adalah sesuatu yang ingin kami kerjakan bersama,” kata Rubio dalam pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Swedia.
Menlu Rubio mengatakan para menteri bertemu untuk mempersiapkan dasar bagi apa yang ia sebut kemungkinan sebagai “salah satu pertemuan puncak para pemimpin paling penting dalam sejarah NATO,” yang dijadwalkan berlangsung pada Juli di Ankara.
Rubio juga mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump merasa kecewa dengan respons sejumlah sekutu NATO terhadap operasi militer AS di Timur Tengah.
“Semua itu terdokumentasi dengan baik. Itu harus dibahas. Itu tidak akan langsung diselesaikan. Itu akan dibahas hari ini, dan itu merupakan sesuatu yang perlu didiskusikan di tingkat para pemimpin,” ucap Rubio.
Pada 1 April, Trump mengatakan bahwa dirinya serius mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari NATO setelah para sekutu menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Ia menyatakan tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah negara-negara Eropa menolak seruannya untuk mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis tersebut.
Pada 9 April, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan beberapa anggota aliansi “agak lambat” dalam mendukung kampanye militer AS terhadap Iran karena mereka tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya dari Trump.
Namun, Rutte menambahkan bahwa hampir semua sekutu kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.



