Bangkok Geger, Pelatih Kebugaran Meninggal Pasca-Ajang Hyrox

Pihak keluarga menyatakan penyebab pasti kematian Leroy Saunders belum diketahui sepenuhnya.


Bangkok, Suarathailand- Leroy Saunders, seorang pelatih kebugaran yang berbasis di Bangkok, meninggal dunia setelah ambruk dan kehilangan kesadaran saat mengikuti kompetisi Hyrox Bangkok 2026 pada Kamis lalu; kabar ini disampaikan oleh pihak keluarganya pada hari Selasa.

Pria asal Afrika Selatan berusia 41 tahun itu sempat mendapatkan upaya resusitasi dan dilarikan ke rumah sakit setelah ambruk dalam acara yang berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center tersebut, menurut pernyataan yang diunggah di akun Instagram-nya.

Pernyataan tersebut menyebutkan penyebab pasti kematiannya belum diketahui sepenuhnya, serta meminta pihak Hyrox dan media untuk menahan diri memberikan komentar hingga keluarga dan timnya mendapatkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

"Hal yang dapat kami sampaikan dengan pasti adalah bahwa hingga detik-detik terakhir hidupnya, Leroy menjalani hidup tanpa penyesalan ataupun keraguan, serta telah menginspirasi ratusan—bahkan mungkin ribuan—orang untuk melakukan hal yang sama sepanjang perjalanannya," demikian bunyi pernyataan yang diunggah di halaman Instagram-nya.

"Kami memahami bahwa semua pihak menginginkan kejelasan dan pemahaman lebih lanjut, dan kami sedang berupaya keras untuk dapat memberikan informasi tersebut pada saat yang tepat."

Saunders adalah pemilik IAOT CrossFit di Bangkok dan dikenal karena keahliannya dalam melatih kekuatan serta kondisi fisik para atlet bela diri. Ia mendirikan Fight by Design, sebuah program pelatihan fisik yang ditujukan bagi petarung Muay Thai, atlet MMA, dan petinju.

Hyrox merupakan ajang uji ketahanan ekstrem yang telah menarik banyak peminat di seluruh dunia—sekaligus memicu kontroversi sesekali—sejak didirikan pada tahun 2017 oleh seorang pengusaha asal Swiss.

Kompetisi ini memadukan lari sejauh 8 kilometer dengan delapan pos latihan intensif, yang memacu sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal hingga ke batas maksimalnya.

Meskipun tidak berbahaya bagi peserta yang sehat dan memiliki persiapan matang, Hyrox tetap memiliki risiko fisik. Para ahli jantung, khususnya, telah mengimbau para peserta untuk memantau kesehatan jantung mereka secara cermat. (Foto: Leroy Saunders)

Share: