Iran tidak akan pernah melupakan atau memaafkan kemartiran Ayatollah Seyed Ali Khamenei sebagai Pemimpin Para Syuhada Revolusi Islam Iran.
Teheran, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi mengatakan bahwa bangsa Iran tidak akan pernah melupakan atau memaafkan kemartiran Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, selama perang agresi AS-Israel baru-baru ini terhadap Iran.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Jumat, Araqchi menulis, “Muslim Syiah menghormati Imam Hussein, Imam Syiah ketiga, sebagai Pemimpin Para Syuhada karena beliau mengorbankan segalanya di dataran Karbala,” merujuk pada Pertempuran Karbala di Irak saat ini, di mana Imam Hussein dan 72 sahabatnya menghadapi pasukan Khalifah Umayyah Yazid I yang jauh lebih besar, yang secara luas dianggap sebagai penguasa tirani.
Dengan membuat perbandingan, Araqchi menambahkan, “Demikian pula, kita tidak akan pernah melupakan atau memaafkan kemartiran Ayatollah Seyed Ali Khamenei sebagai Pemimpin Para Syuhada Revolusi Islam Iran.”
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi skala besar dan tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari 2026, dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Syuhada Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil.



