Profesor Skotlandia Sebut Era Dominasi Global AS Telah Berakhir

>Profesor Skotlandia Phillips Payson O’Brien menyebut kekuatan militer AS, jaringan pangkalan serta sistem logistik globalnya, dan kemitraan militer serta diplomatik di seluruh dunia terbukti tidak cukup untuk mengalahkan Iran.

>O’Brien memprediksi bahwa pengaruh global AS akan terus merosot. Konflik dengan Iran menunjukkan bahwa era Amerika telah "berakhir", pungkasnya.


Skotlandia, Suarathailand- Era dominasi AS di panggung dunia telah berakhir; demikian pendapat Phillips Payson O’Brien, seorang sejarawan dan pakar ilmu politik Amerika, dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh *The Atlantic*.

O’Brien, profesor studi strategis di Universitas St. Andrews di Skotlandia, menulis bahwa "era Amerika" yang muncul setelah Perang Dunia II pada akhirnya pasti akan berakhir, seraya menambahkan bahwa "yang mengejutkan adalah betapa tiba-tibanya" momen itu datang.

Menurut O’Brien, kekuatan militer Amerika, jaringan pangkalan serta sistem logistik globalnya, dan kemitraan militer serta diplomatik di seluruh dunia terbukti tidak cukup untuk mengalahkan Iran.

Ia menegaskan bahwa terkikisnya kemampuan AS bukan semata-mata kesalahan Presiden Donald Trump. Namun, ia berpendapat bahwa konflik dengan Iran telah mengungkap betapa dalamnya pergeseran dinamika kekuatan global dan sejauh mana kekuatan Amerika telah merosot.

Menurut pandangan pakar tersebut, salah satu alasan utama Washington menahan diri untuk tidak meningkatkan konflik militer dengan Iran pada musim panas lalu—meskipun sempat melontarkan ancaman terhadap Teheran—adalah hilangnya akses ke pangkalan operasionalnya di Bahrain. 

Fasilitas tersebut selama ini berfungsi sebagai pusat logistik vital dan menjadi markas bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS.

O’Brien mencatat adanya laporan bahwa para pejabat AS sempat mempertimbangkan untuk tidak membangun kembali pangkalan militer AS di Teluk Persia yang mengalami kerusakan parah akibat serangan Iran. 

Ia meyakini bahwa militer AS saat ini tidak mampu mempertahankan beberapa fasilitas utamanya, bahkan saat menghadapi lawan yang secara teknologi kurang canggih seperti Iran.

O’Brien menggambarkan melemahnya kekuatan AS sebagai sesuatu yang memiliki "efek berantai" yang telah menggerogoti posisi Pentagon di kawasan Asia-Pasifik. 

Ia menyebut langkah Washington memindahkan peralatan militer dari kawasan tersebut ke Timur Tengah sebagai "tindakan putus asa", seraya mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa sumber daya militer AS—meskipun sangat besar dibandingkan dengan negara-negara lain—ternyata "tidak tak terbatas".

Pakar tersebut juga mengatakan bahwa terkikisnya aliansi lama Washington akan berdampak "sangat merusak bagi posisi global Amerika". Negara-negara lain "sudah mulai menyesuaikan diri" dengan kelemahan Amerika Serikat yang baru saja terungkap tersebut, tambahnya.

O’Brien memprediksi bahwa pengaruh global AS akan terus merosot. Konflik dengan Iran menunjukkan bahwa era Amerika telah "berakhir", pungkasnya.

Share: