Vaksin Ebola Baru Mulai Diuji Coba di Republik Demokratik Kongo

Uji coba ini akan mengevaluasi kandidat vaksin untuk melawan varian Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo.


Kongo, Suarathailand- Anadolu melaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan para pejabat kesehatan di Republik Demokratik Kongo telah meluncurkan uji coba vaksin Ebola baru untuk membendung epidemi yang menyebar dengan cepat.

Kantor regional WHO untuk Afrika menyebut peserta pertama dalam uji coba vaksin baru yang diberi nama "Tumaini", yang dalam bahasa Swahili berarti "harapan", telah menerima vaksin di Bunia, ibu kota provinsi Ituri.

WHO menyebut peluncuran itu sebagai "langkah besar dalam perjuangan melawan penyakit Ebola yang disebabkan oleh varian virus Bundibugyo," yang kini menyebar dengan cepat melintasi batas wilayah.

Uji coba itu akan mengevaluasi kandidat vaksin untuk melawan varian Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, dengan menyasar orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan kasus yang telah terkonfirmasi.

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang disetujui untuk varian virus Bundibugyo, yang pertama kali dilaporkan muncul di Kongo pada Mei.

Menurut WHO, uji coba itu dilaksanakan dengan berpedoman pada ketelitian ilmiah, transparansi, prinsip-prinsip etika, persetujuan berdasarkan informasi, serta pelibatan masyarakat.

"Uji coba ini akan membantu kita memahami apakah kandidat vaksin yang dirancang untuk melawan virus Bundibugyo benar-benar efektif," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah unggahan di akun X.

Pada Agustus, Kongo menerima 70.000 dosis vaksin Ervebo dari persediaan global vaksin penyakit virus Ebola untuk digunakan dalam menangani wabah tersebut; vaksin itu sebelumnya telah disetujui untuk digunakan melawan virus Ebola varian Zaire.

Uji coba vaksin itu dikoordinasikan oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) serta didukung oleh WHO, Kementerian Kesehatan Kongo, dan berbagai mitra lainnya.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi di Kongo sejak wabah dimulai telah melampaui 9.700 kasus, dengan angka kematian lebih dari 4.690 jiwa.

Penyakit itu telah menjangkiti delapan provinsi, yaitu Haut-Uele, Ituri, North Kivu, South Kivu, Bas-Uele, Tshopo, South Ubangi, dan North Ubangi.


Share: