Pada Minggu (27/9), lima warga negara Inggris ditangkap dekat Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford atas dugaan melanggar Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka lalu dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump enggan menanggapi soal kemungkinan Iran telah mengirimkan pesawat nirawak (drone) ke salah satu pangkalan Inggris.
"Saya tidak bisa memberitahu hal itu, tetapi jika mereka melakukannya, maka mereka akan menanggung konsekuensi yang sangat berat," kata Trump kepada para wartawan.
Pada Minggu (27/9), lima warga negara Inggris ditangkap dekat Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford atas dugaan melanggar Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka lalu dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
Kemudian, Kamis (1/10), seorang warga Inggris berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap terkait kasus tersebut, tetapi dibebaskan dengan jaminan.
RAF Fairford merupakan satu-satunya pangkalan di Eropa yang tempat pendaratan pesawat pengebom strategis milik AS. Pangkalan tersebut pernah digunakan untuk menyerang Irak dan bekas Yugoslavia.
Pada Maret lalu, pihak berwenang Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi militer melawan Iran.
Inggris menyatakan pesawat AS hanya boleh menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi pertahanan.
Pada Juli, aksi protes menentang agresi AS digelar di area luar pangkalan tersebut.




