Iran telah membekali angkatan bersenjata negara tersebut dengan teknologi rudal dan drone yang lebih canggih, serta sistem pertahanan udara, angkatan laut, dan darat yang telah ditingkatkan.
Teheran, Suarathailand- Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik, Selasa, mengatakan setiap serangan baru akan dibalas dengan respons tegas dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi pihak lawan Iran.
Iran juga telah menyiapkan sejumlah target potensial untuk aksi balasan dan meningkatkan kapasitas produksi senjatanya secara signifikan.
Saat ditanya mengenai respons Iran terhadap kemungkinan serangan di Kuh-e Kolang (Pickaxe Mountain), Talaei-Nik mengatakan target yang dapat diserang angkatan bersenjata Iran sebagai respons atas agresi baru telah disiapkan.
Talaei-Nik mengatakan senjata dan teknologi canggih, termasuk kemampuan rudal dan drone, sistem pertahanan udara yang ditingkatkan, serta sistem angkatan laut, darat, dan udara lainnya, telah disediakan bagi angkatan bersenjata Iran.
Juru bicara tersebut turut menyampaikan bahwa target potensial yang dapat diserang angkatan bersenjata Iran sebagai respons terhadap serangan lain telah diidentifikasi dan disiapkan.
Iran telah membekali angkatan bersenjata negara tersebut dengan teknologi rudal dan drone yang lebih canggih, serta sistem pertahanan udara, angkatan laut, dan darat yang telah ditingkatkan.
Lebih lanjut, Taleik-Nik menyampaikan kapasitas produksi senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi Iran telah meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tingkat sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari.
“Produksi beberapa jenis senjata meningkat lebih dari tiga kali lipat,” katanya.
Dia mengatakan Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 1.000 jenis sistem, senjata, peralatan, dan amunisi.
Terkait kerja sama pertahanan Iran dengan Rusia dan China, Talaei-Nik mengatakan kerja sama tersebut tidak berhenti maupun menurun meskipun terdapat perkembangan terbaru.
Dirinya mengatakan kerja sama strategis dengan Moskow dan Beijing tetap berjalan berdasarkan perjanjian yang ada, dengan pertukaran terus berlangsung di bidang politik dan pertahanan.



