Trump Tekan Inggris Naikkan Dana Pertahanan Atau AS Cabut Dukung Atas Pulau Falkland

Empat dekade, ketegangan antara Inggris dan Argentina masih tinggi sol kepemilikan Kepulauan Falkland.


AS, Suarathailand- Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat sedang meninjau posisinya mengenai Kepulauan Falkland, menyusul laporan  Washington mengancam akan menentang kedaulatan Inggris jika negara itu tidak meningkatkan anggaran pertahanannya.

Usulan terkait kepulauan di Atlantik Selatan—yang menjadi rebutan Inggris dan Argentina dalam perang tahun 1982—itu merupakan salah satu langkah yang sedang disusun oleh Pentagon untuk mendorong sekutu NATO agar memenuhi komitmen anggaran mereka, demikian dilaporkan *Daily Telegraph* pekan lalu.

"Saya selalu meninjau setiap posisi. Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang ditinjau," ujar Trump kepada para wartawan di Ruang Oval saat ditanya apakah Amerika Serikat sedang meninjau posisinya terkait Falkland.

Saat ditanya apakah ia ingin pemerintahan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, meningkatkan komitmen anggaran mereka saat ini, Trump menjawab: "Inggris memang memiliki sejumlah masalah, namun masalah-masalah itu akan teratasi."

Washington secara resmi mengakui administrasi *de facto* Inggris atas Kepulauan Falkland—yang oleh Argentina disebut sebagai "Las Malvinas"—tanpa memihak salah satu klaim kedaulatan yang saling bertentangan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada AFP pada bulan April, saat laporan awal mengenai kemungkinan peninjauan itu muncul, bahwa "posisi kami mengenai kepulauan tersebut tetap netral."

Namun, peninjauan Pentagon yang bertujuan mendorong sekutu AS mencapai target anggaran pertahanan sebesar 5 persen itu dapat memberikan "perhatian khusus" kepada Inggris dengan ancaman menentang kedaulatan Inggris secara langsung, tulis *Telegraph*.

Empat dekade setelah konflik tersebut, ketegangan antara Inggris dan Argentina masih tinggi.

Para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Falkland adalah milik Argentina" setelah mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia awal tahun ini. FIFA kemudian menjatuhkan denda sebesar 321.000 dolar AS kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina.

Pasukan Argentina menginvasi wilayah seberang laut Inggris tersebut, yang memicu Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher, untuk mengirim gugus tugas angkatan laut guna merebut kembali wilayah itu.

Perang tersebut menewaskan 649 warga Argentina, 255 warga Inggris, dan tiga penduduk pulau setempat.

Presiden AS saat itu, Ronald Reagan, awalnya mengambil sikap netral, namun setelah perundingan damai gagal, Washington memberikan dukungan militer dan intelijen kepada Inggris.

Share: