Suap Istri Presiden dan Pejabat Korsel, Pemimpin Gereja Unifikasi Dipenjara

Didirikan pada tahun 1954 oleh mendiang suami Han, Moon Sun-myung, Gereja Unifikasi telah lama memicu kontroversi karena ajarannya yang menganggap Moon sebagai Kedatangan Kedua Yesus Kristus.


Seoul, Suarathailand- Sebuah pengadilan di Korea Selatan pada hari Senin menjatuhkan hukuman penjara dua tahun kepada pemimpin Gereja Unifikasi—sebuah organisasi tertutup namun berpengaruh—atas tuduhan menyuap para pejabat, termasuk istri presiden yang menjabat saat itu.

Han Hak-ja (83 tahun) dituduh memberikan barang-barang mewah, termasuk sebuah tas tangan desainer, kepada mantan Ibu Negara Kim Keon Hee saat suaminya, Yoon Suk Yeol, menjabat sebagai presiden, dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan kebijakan.

Ia tiba di pengadilan pada hari Senin untuk mendengar vonis dengan menggunakan kursi roda, mengenakan pakaian tidur dan masker medis, serta dikelilingi oleh para ajudannya.

Gereja Unifikasi memiliki berbagai kepentingan bisnis yang signifikan, termasuk di bidang media, pendidikan, dan distribusi pangan, serta telah lama mendapat sorotan terkait hubungan politiknya di Korea Selatan.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara" oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul, ujar juru bicara Gereja Unifikasi kepada AFP, seraya menambahkan bahwa pihak gereja akan mengeluarkan pernyataan resmi.

Tuduhan lain terhadap Han mencakup pemberian dana ilegal kepada anggota parlemen terkemuka Kweon Seon-dong, mantan ketua fraksi oposisi Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party).

Didirikan pada tahun 1954 oleh mendiang suami Han, Moon Sun-myung, Gereja Unifikasi telah lama memicu kontroversi karena ajarannya yang menganggap Moon sebagai Kedatangan Kedua Yesus Kristus.

Han, yang dihormati oleh anggota gereja sebagai "Ibu Sejati" (True Mother), mengambil alih kepemimpinan gereja setelah kematian Moon pada tahun 2012. Ia ditangkap pada bulan September 2025 terkait kasus penyuapan yang melibatkan mantan Ibu Negara tersebut.

Gereja Unifikasi paling dikenal karena upacara pernikahan massal yang diselenggarakan di kantor pusatnya di Korea Selatan, di mana pasangan dari berbagai negara dijodohkan satu sama lain.

Penangkapan Han mengguncang gereja tersebut, yang mengklaim memiliki 10 juta pengikut di seluruh dunia.

Sejak penangkapannya, Han telah berulang kali dipindahkan antara pusat penahanan dan rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Gereja ini kembali mendapat sorotan tajam di Jepang setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022, di mana tersangka penembak menyalahkan organisasi tersebut atas kehancuran finansial keluarganya.

Share: