Trump mengklaim bahwa Perang Dingin telah membuat musuh-musuh Amerika "tenggelam dalam sejarah."
AS, Suarathailand- Kantor berita Anadolu melaporkan Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin segera mencapai kesepakatan dengan Washington saat pidato America 250 tahun pada Jumat malam (3/7).

Ia juga menyebut AS sempat menunda perundingan dengan Teheran untuk memberi kesempatan berlangsungnya prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang secara resmi dimulai di Iran.
Trump saat berbicara di Mount Rushmore, South Dakota, dalam perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat atau America 250, menyoroti rekam jejak militer negaranya.
"Kami membangun militer yang paling kuat dan paling tangguh. Kami memenangkan dua perang dunia," ujarnya seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.
Trump juga mengklaim bahwa Perang Dingin telah membuat musuh-musuh Amerika "tenggelam dalam sejarah."
Menyinggung sejumlah konflik yang terjadi belakangan ini, Trump mengatakan, "Kami mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kami menghajar Iran. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Mereka benar-benar ingin berdamai. Kami memberi mereka waktu libur selama sepekan untuk pemakaman karena kami bersikap baik."
Dia juga memuji peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan menyatakan bahwa negaranya merupakan republik tertua di dunia.
"Pada usia 250 tahun, Amerika adalah republik tertua di dunia. Kami adalah bangsa yang paling bebas di dunia. Kami memiliki konstitusi paling adil dan paling bertahan lama di dunia," katanya.
Trump juga mengeklaim bahwa tidak ada negara yang memberikan sumbangan amal lebih besar, mengakhiri kelaparan lebih banyak, menyembuhkan lebih banyak penyakit, atau berbuat lebih banyak bagi kemanusiaan dibandingkan Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Trump memperingatkan adanya ancaman ideologi di dalam negeri yang menurutnya kembali menguat.
"Sekarang muncul kembali ancaman komunisme di negara kita, termasuk dari para pendatang baru yang memeluk gagasan yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup dan keberhasilan besar kita," ujarnya.
Menurut Trump, komunisme merupakan ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika.
"Komunisme adalah ancaman terbesar bagi negara kita, bahkan dibandingkan Perang Dunia I, Perang Dunia II, Pearl Harbor, maupun serangan 11 September," katanya.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menjadi negara komunis. "Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis," ujarnya.
Dia kemudian beralih membahas politik domestik dengan mengatakan bahwa Partai Republik hanya akan kalah dalam pemilu sela jika membiarkan hal itu terjadi.
"Kita hanya bisa kalah dalam pemilu sela jika kita membiarkan diri kita kalah," katanya.
Trump menambahkan bahwa penghapusan aturan filibuster di Senat, serta pengesahan "Save America Act" akan memastikan Partai Republik "tidak akan kalah dalam pemilu selama 100 tahun."
Filibuster adalah taktik politik yang digunakan oleh anggota legislatif - khususnya di Senat Amerika Serikat -untuk menunda atau memblokir pengesahan suatu rancangan undang-undang. Taktik ini biasanya berupa pidato maraton yang sangat panjang atau manuver prosedur lainnya sehingga waktu perdebatan habis dan undang-undang gagal disahkan.
Di Senat Amerika Serikat, debat biasanya tidak memiliki batasan waktu. Jika seorang senator menolak untuk mengakhiri pidatonya dan duduk, proses legislasi tidak bisa dilanjutkan.
Agar filibuster bisa dihentikan dan pemungutan suara (voting) bisa dilakukan, dibutuhkan sebuah mosi yang disebut cloture. Berdasarkan aturan Senat AS saat ini, untuk mengesahkan mosi cloture atau membatasi perdebatan, diperlukan dukungan dari minimal 60 dari 100 senator.



