Dua tersangka bos penipuan pusat panggilan asal Tiongkok ditangkap di Bangkok. Polisi menyita aset senilai 15,3 juta baht (Rp7,5 triliun). Para tersangka terkait dengan penipuan lintas batas dan operasi pencucian uang yang menargetkan korban secara daring.
Bangkok, Suarathailand- Polisi Bangkok menangkap dua tersangka dalang di balik beberapa geng penipuan pusat panggilan atau penipuan online yang beroperasi dari negara-negara tetangga Thailand. Penangkapan dilakukan pada Rabu malam, tak lama setelah Pengadilan Pidana mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Kedua tersangka, yang diidentifikasi sebagai Ye Wanyou, 29 tahun, dan Li Weijie, 30 tahun, ditahan di perumahan Patio Ratchayothin di Soi Phahonyothin 32 di distrik Chatuchak, Bangkok, pada pukul 11 malam.
Setelah penangkapan, polisi membekukan aset senilai 15,3 juta baht (Rp7,5 triliun) milik para tersangka, termasuk sebuah Mercedes-Benz senilai 11 juta baht. Pihak berwenang juga menyita lima telepon pintar yang berisi data penting yang menghubungkannya dengan beberapa operasi penipuan pusat panggilan di negara-negara tetangga.
Dakwaan Pidana dan Rincian Investigasi
Ye dan Li menghadapi dakwaan awal atas permintaan dan iklan pembelian atau penyewaan rekening bank dan nomor telepon seluler terdaftar. Penangkapan mereka menyusul investigasi ekstensif oleh kantor polisi Hua Mak, yang dipicu oleh banyaknya pengaduan dari korban penipuan.

Bagaimana Penipuan Pusat Panggilan Beroperasi?
Para korban melaporkan menjadi sasaran penipu yang menyamar sebagai polisi atau pejabat Kantor Anti Pencucian Uang. Para penipu beriklan di Facebook, dengan klaim membantu korban mendapatkan kembali uang yang hilang. Namun, setelah dihubungi, para korban ditipu untuk membayar lebih banyak uang.
Penangkapan Setelah Berbulan-bulan Pengawasan
Investigasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Polisi Somjet Pollao mengungkapkan identitas Ye dan Li. Setelah mengetahui bahwa para tersangka berada di Bangkok, polisi memperoleh surat perintah penangkapan dan bertindak cepat.
Ye menyewa kamar di perumahan tersebut, dan polisi mengintai lokasi tersebut sebelum menangkap Li saat ia tiba di lokasi tersebut. Selama penangkapan, Li melawan dengan memegang ponselnya, yang memaksa petugas untuk menyitanya dengan paksa.
Ketika polisi bergerak untuk menangkap Ye, ia menolak untuk membuka pintu, dan mencoba mengatur ulang ponselnya untuk menghapus bukti. Petugas masuk ke kamar tepat pada waktunya untuk mencegah penghapusan data dan menahannya.
Polisi Mengonfirmasi Hubungan dengan Geng Pusat Panggilan Internasional
Menurut Mayor Jenderal Polisi Thiradej Thammasutee, komandan Divisi Investigasi Biro Kepolisian Metropolitan, data yang diambil dari telepon pintar tersangka mengonfirmasi bahwa mereka mengelola dari jarak jauh. The Nation




