Penilaian nasional terhadap lebih dari 14.000 toilet umum menemukan bahwa 90% memenuhi standar Kesehatan, Aksesibilitas, dan Keselamatan (SJH).
Bangkok, Suarathailand- Departemen Kesehatan Thailand telah menobatkan 13 lokasi sebagai pemenang penghargaan "Toilet Terbaik Tahun Ini" untuk tahun 2025, termasuk bandara, rumah sakit, taman nasional, dan pusat perbelanjaan.
Penilaian nasional terhadap lebih dari 14.000 toilet umum menemukan bahwa 90% memenuhi standar Kesehatan, Aksesibilitas, dan Keselamatan (SJH).

Sebanyak 10% toilet yang gagal dalam penilaian sebagian besar berlokasi di tempat ibadah dan lembaga pendidikan, yang telah diidentifikasi sebagai dua kategori yang paling membutuhkan perbaikan.
Setiap tanggal 19 November ditetapkan sebagai Hari Toilet Sedunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang diadopsi oleh 193 negara anggota PBB, termasuk Thailand.
Secara spesifik, Tujuan 6: Air Bersih dan Sanitasi, menetapkan target di bawah sub-tujuan 6.2 untuk mencapai akses sanitasi dan higiene yang memadai dan merata bagi semua orang serta mengakhiri buang air besar sembarangan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan acara kampanye Hari Toilet Sedunia 2025 dengan tema: “Sanitasi di dunia yang terus berubah: Era Baru Toilet yang Sejalan dengan Dunia yang Berubah Menuju Higiene Berkelanjutan,” pada 19 November 2025, di Miracle Grand Convention Hotel di Bangkok.
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran di semua sektor tentang pentingnya pengelolaan toilet dan sanitasi dalam menghadapi tantangan global, seperti meningkatnya permintaan dan kebutuhan akan toilet yang tahan iklim yang dapat menahan dampak seperti banjir dan bencana yang memengaruhi sistem sanitasi.
Yang terpenting, pengelolaan lumpur tinja yang tepat dari toilet juga ditekankan. Terlepas dari bagaimana dunia berubah, kita harus memastikan toilet yang bersih, aman, dan dapat diakses oleh semua orang demi kesehatan dan higiene yang baik dan berkelanjutan.

-13 Toilet Umum Terbaik Tahun 2025-
Departemen Kesehatan memberikan penghargaan Toilet Terbaik Tahun 2025 tingkat nasional kepada 13 lokasi:
-Kuil Kajorn Rangsan, Provinsi Phuket
-Bandara Internasional Mae Fah Luang, Provinsi Chiang Rai
-Rumah Sakit Tron, Provinsi Uttaradit
-Rumah Sakit Promosi Kesehatan Kecamatan (SHPH) Ban Ketkasorn, Provinsi Kamphaeng Phet
-Museum Sains Nasional (NSM), Provinsi Pathum Thani
-Kantor Pertanahan Provinsi Samut Songkhram
-Somsakklaeng 1983 Co., Ltd. SPBU, Provinsi Rayong
-Taman Nasional Phu Wiang, Provinsi Khon Kaen
-Museum Phra Thammavisutthimongkol Luangta Maha Bua Ñanasampanno (Museum Dharma Chedi), Provinsi Udon Thani
-Kantor Perhubungan Provinsi Surin, Cabang Rattanaburi
-Deeyiamubon Khonrakdee Co., Ltd. SPBU Bangchak, Provinsi Ubon Ratchathani
-Pusat Perbelanjaan Central Hatyai, Provinsi Songkhla
-Stasiun PTT, Rama 2, 48, Bangkok
Mempercepat 4 Toilet Bersih Kebijakan
Worachot Sukonkhajorn, Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan Masyarakat menyadari bahwa toilet dan sistem sanitasi merupakan kebutuhan. Memastikan akses toilet bersih dan higienis bagi semua orang bukan sekadar kenyamanan, tetapi merupakan hak asasi untuk melindungi kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong kesetaraan.
Oleh karena itu, pengembangan toilet umum sangatlah penting.
Meskipun kemajuan signifikan telah dicapai, pengembangan yang berkelanjutan dan komprehensif masih diperlukan, terutama untuk toilet di tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan rumah sakit, di mana kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang sakit memerlukan perhatian khusus.
Kebijakan Toilet Bersih, Sanitasi Aman, Higiene Berkelanjutan ditargetkan untuk tahun 2030:
Mengembangkan dan mendorong rencana aksi nasional untuk pengelolaan lumpur tinja guna memastikan Thailand memiliki sistem pengelolaan lumpur tinja yang aman, komprehensif, dan berkelanjutan.
Meningkatkan cakupan toilet untuk "Setiap Tempat, Setiap Orang, Setiap Usia, Setiap Situasi." Targetnya adalah 85% toilet umum di 12 kategori target memenuhi standar HAS (Kesehatan, Aksesibilitas, Keselamatan), dan limbah manusia dikelola dengan aman dan tepat, baik dalam kondisi normal maupun saat bencana.
Memastikan kelompok rentan (siswa, lansia) memiliki akses ke toilet dan sanitasi yang aman. Targetnya meliputi:
50% gereja, pura, dan masjid memenuhi standar HAS.
50% sekolah di bawah naungan Komisi Pendidikan Dasar (KPB) dan sekolah-sekolah dalam Proyek Pengembangan Kepolisian Patroli Perbatasan (BPPSD) memenuhi standar HAS. 85% taman nasional memenuhi standar HAS.
Memanfaatkan teknologi dan peraturan kesehatan masyarakat untuk mengawasi dan memantau pengelolaan toilet dan lumpur tinja; mengembangkan sistem teknologi untuk menemukan toilet umum "Happy Toilet Near Me"; dan mengembangkan sistem digital untuk mengawasi dan melacak pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan lumpur tinja.
Dua Kategori yang Memerlukan Pembangunan Toilet Mendesak:
Dr. Amporn Benjaponpitak, Direktur Jenderal Departemen Kesehatan, menyebutkan bahwa meskipun lebih dari 99,8% rumah tangga di Thailand memiliki akses toilet, 0,2% sisanya masih kekurangan akses. Di saat yang sama, toilet umum membutuhkan pembangunan berkelanjutan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara konsisten mendorong pengembangan toilet umum untuk memenuhi standar SJH dalam 12 kategori sasaran:
-Objek wisata
-Pasar
-Restoran
-SPBU
-Stasiun bus/transportasi
-Pusat perbelanjaan
-Rumah sakit
-Lembaga pendidikan
-Kantor pemerintahan
-Tempat ibadah
-Taman umum
-Tempat istirahat pinggir jalan
Penilaian Kementerian Kesehatan terhadap lebih dari 14.000 toilet umum pada tahun 2024-2025 menemukan bahwa tempat dengan persentase kepatuhan standar SJH tertinggi adalah pusat perbelanjaan dan SPBU. Sebaliknya, tempat ibadah dan lembaga pendidikan masih menghadapi keterbatasan dan membutuhkan pengembangan yang lebih ekstensif.
Secara Keseluruhan 10% Tidak Lulus Penilaian
Peninjauan mendalam terhadap laporan penilaian toilet Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dari total 14.152 lokasi yang dinilai pada tahun 2024-2025, 12.730 lokasi (90%) lulus penilaian, sementara 1.422 lokasi (10%) tidak lulus.
Dua kategori yang paling membutuhkan pengembangan adalah:
-Tempat Ibadah: Dari 868 tempat yang dinilai, 710 (82%) lulus dan 158 (18%) tidak lulus. Kriteria yang paling tidak lulus adalah Kebersihan (134 tempat), diikuti oleh Kecukupan/Kecukupan (106 tempat) dan Keamanan (82 tempat).
-Lembaga Pendidikan: Dari 1.026 tempat yang dinilai, 893 (87%) lulus dan 133 (13%) tidak lulus. Kriteria yang paling tidak lulus adalah Kecukupan/Kecukupan (96 tempat), diikuti oleh Kebersihan (87 tempat) dan Keamanan (44 tempat).
DOH Merekomendasikan 10 Cara Membersihkan Toilet
Untuk memastikan kebersihan dan keamanan, Departemen Kesehatan merekomendasikan 10 langkah berikut untuk membersihkan toilet:
-Pasang rambu peringatan untuk melarang penggunaan toilet umum selama pembersihan.
-Kosongkan tempat sampah setiap hari, dan cuci serta bersihkan secara teratur.
-Periksa sarang laba-laba setiap hari dan segera bersihkan setelah ditemukan.
-Sapu lantai secara menyeluruh.
-Bersihkan cermin setidaknya sekali sehari.
-Bersihkan dinding, partisi, dan pintu (bagian dalam dan luar) dengan larutan pembersih dan disinfektan setidaknya seminggu sekali.
-Bersihkan kenop atau gerendel pintu dengan larutan pembersih dan disinfektan setidaknya dua kali sehari.
-Bersihkan wastafel, keran, tepi wastafel, dan bagian bawah wastafel dengan larutan pembersih dan disinfektan setidaknya sekali sehari.
-Bersihkan gagang/tombol flush, tombol urinoir, nosel semprot bidet, dudukan toilet, serta bagian dalam dan luar mangkuk toilet/urinoir setidaknya sekali sehari.
-Bersihkan lantai toilet setiap hari, setidaknya dua kali sehari.
-Selalu cuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet untuk mencegah dan mengurangi penyebaran kuman. Kebersihan toilet umum dan pribadi di rumah harus diperhatikan.




