Trump mengatakan Eropa penerima manfaat utama dari pelayaran melalui jalur tersebut dan seharusnya turut membantu memastikan "tidak ada hal buruk yang terjadi di sana".
AS, Suarathailand- Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Presiden AS Donald Trump berupaya mendorong sekutu Eropa dan mitra di dunia Arab untuk bergabung dengan AS dalam upaya "membuka" Selat Hormuz.
"Presiden berbicara dengan sekutu kita di Eropa, dan juga banyak mitra kita di Teluk dan dunia Arab untuk mendorong mereka meningkatkan upaya untuk membuka Selat Hormuz — dan sekutu NATO kita, khususnya untuk meningkatkan upaya mereka," kata Leavitt kepada Fox News.
Trump menyerukan kepada sekutu AS untuk "melakukan hal yang benar" agar Eropa, Timur Tengah, dan seluruh dunia aman, imbuh Leavitt.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Trump pada Minggu (15/3) mengancam bahwa NATO akan menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika para sekutunya gagal bertindak untuk membantu Washington menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, demikian dilansir Financial Times (FT).
Dalam wawancara via telepon dengan harian Inggris tersebut, Trump kembali menekan sekutu-sekutu Eropa dengan mendesak mereka bergabung dalam operasi AS terkait selat itu, yang merupakan rute pengiriman minyak global krusial.
Pemimpin AS tersebut mengatakan bahwa Eropa merupakan penerima manfaat utama dari pelayaran melalui jalur tersebut dan seharusnya turut membantu memastikan "tidak ada hal buruk yang terjadi di sana".
Dia juga memperingatkan bahwa masa depan NATO akan "sangat buruk" jika sekutu-sekutunya "tidak memberikan tanggapan" atau memberikan "tanggapan negatif" terhadap permintaan Washington.



