Teheran Kecam Keras Serangan AS ke Kapal Tanker Iran, Sebut Kejahatan Perang

Serangan AS "pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, merupakan kejahatan perang, dan menjadi ancaman terbuka bagi perdamaian internasional serta keamanan pelayaran komersial".


Teheran, Suarathailand- Teheran mengecam keras serangan udara yang dilancarkan Washington terhadap armada kapal komersial Iran, seraya menegaskan bahwa tindakan bermusuhan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang berlabuh di perairan Iran merupakan kelanjutan dari perang agresi AS terhadap Republik Islam tersebut serta blokade terhadap perdagangan maritim negara itu.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa serangan-serangan itu "merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, merupakan kejahatan perang, dan menjadi ancaman terbuka bagi perdamaian internasional serta keamanan pelayaran komersial".

Iran bertekad untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya secara tegas dalam menghadapi terorisme negara AS dan tindakan agresifnya, termasuk perang ekonomi yang mewujud dalam bentuk blokade angkatan laut yang terus berlanjut serta gangguan terhadap kapal-kapal komersial, demikian bunyi pernyataan tersebut.

Militer AS mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyerang satu kapal tanker minyak Iran di dekat Pulau Kharg di Teluk Persia, dan dua kapal lainnya di Laut Oman.

Serangan ini terjadi di tengah ketidakmampuan AS untuk melemahkan kendali kuat Iran atas jalur transit Selat Hormuz, sebuah jalur air vital di Teluk Persia yang menjadi akses bagi seperlima pasokan minyak global dan sepertiga kebutuhan dunia akan pupuk pertanian.

Iran telah menguasai jalur vital tersebut sejak awal serangan AS-Israel terhadap negara itu, yang dimulai pada akhir Februari dan berakhir dengan gencatan senjata pada pertengahan April.

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa rezim AS beserta sekutu dan mitranya akan bertanggung jawab atas konsekuensi yang timbul akibat tindakan bermusuhan dan intervensionis Washington yang terus berlanjut di Asia Barat.

Share: