>Hampir 5.000 pelaut dan Marinir sandar atau "berlibur" di Thailand setelah ikut berperang lawan Iran di Selat Hormuz.
>Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta unit-unit gugus tempur (strike group) yang menyertainya bertolak dari Thailand sesuai jadwal pada hari Minggu (6 September 2026).
>Kapal induk kelas Nimitz dengan kode CVN 72 ini berfungsi sebagai kapal komando bagi Carrier Strike Group 3 dan berangkat bersama seluruh personel yang bertugas di dalamnya.

Pattaya, Suarathailand- Hampir 5.000 pelaut dan Marinir dari seluruh gugus tempur tersebut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan menjelajahi objek wisata di Thailand selama kunjungan berlangsung.
Pihak kedutaan menyatakan bahwa pengalaman tersebut membantu memperdalam pemahaman mereka tentang masyarakat Thailand serta mempererat hubungan pribadi.
Program Morale, Welfare and Recreation (MWR) milik Angkatan Laut AS bekerja sama dengan pelaku usaha Thailand untuk mengatur berbagai kunjungan wisata dan acara, sehingga membantu personel memanfaatkan waktu mereka sebaik mungkin saat berada di darat.
Kapten Dan Keeler, komandan kapal induk tersebut, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Thailand atas sambutan hangat mereka.
Ia menggambarkan persinggahan di Pattaya sebagai pengalaman yang tak terlupakan bagi gugus tempur tersebut, yang memberikan kesempatan bagi personel untuk beristirahat, merasakan budaya dan sejarah Thailand, serta mempererat hubungan pribadi dengan rekan-rekan mereka di Thailand.
"Budaya dan sejarah Thailand yang kaya, serta keramahtamahan yang hangat, sangat terasa sepanjang kunjungan pelabuhan ini," ujar Keeler.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Thailand yang telah menerima para personel dan menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan misi gugus tempur tersebut bersama Thailand serta sekutu dan mitra regional lainnya.
Komitmen Indo-Pasifik dan kelanjutan patroli
Pihak kedutaan menyatakan bahwa kunjungan ini serta operasi berkelanjutan gugus tempur tersebut di wilayah tanggung jawab Armada Ketujuh AS menunjukkan betapa pentingnya posisi sekutu dan mitra regional bagi Washington. Hal ini juga mencerminkan hubungan regional yang telah terjalin lama serta komitmen jangka panjang terhadap kawasan Indo-Pasifik.
Setelah bertolak dari Thailand, Carrier Strike Group Abraham Lincoln melanjutkan operasi rutin di wilayah tanggung jawab Armada Ketujuh.
Pihak kedutaan menyebutkan bahwa unit-unit yang ditugaskan dalam armada tersebut terus melakukan patroli guna mencegah agresi, memperkuat aliansi dan kemitraan, serta mendukung stabilitas dan perdamaian kawasan melalui kekuatan militer.



