Pihak militer Iran menyebutkan bahwa rudal dan drone serang Iran menghantam Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber yang dioperasikan AS di Kuwait.
Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan Angkatan Darat Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA), dengan sasaran meliputi sistem komunikasi satelit, gudang peralatan, hanggar pesawat tempur, posisi pasukan, dan sistem radar.
Pihak militer Iran menyebutkan bahwa rudal dan drone serang Iran menghantam Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber yang dioperasikan AS di Kuwait.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem komunikasi dan hanggar pesawat tempur, tambah pernyataan itu.
Iran melakukan operasi militer ini pada Kamis dini hari sebagai bagian dari gelombang ke-31 Operasi Saeqeh (Kilat), sebagai balasan atas gugurnya warga sipil dan anggota Angkatan Bersenjata Iran akibat serangan gencar AS.
Menteri Kesehatan Iran, Mohammad Reza Zafarghandi, pada hari Rabu mengonfirmasi bahwa setidaknya 18 orang gugur dalam serangan AS yang menghantam beberapa provinsi pada hari Selasa.
Ppasukan Iran juga menargetkan area penempatan pasukan dan sistem radar di Pangkalan Udara Al Minhad di UEA menggunakan rudal dan drone.
Pihak militer menggambarkan Ahmed Al-Jaber sebagai pusat logistik dan dukungan utama bagi pasukan AS di Asia Barat.




