89 Persen Warga AS Yakin Pemerintahan  Trump Korup, Rekor Tertinggi

Survei yang dilakukan oleh Gallup tersebut menemukan bahwa 89 persen responden memberikan jawaban "ya" atas pertanyaan, "Apakah korupsi tersebar luas di seluruh pemerintahan negara ini atau tidak?" 


AS, Suarathailand- Sebuah jajak pendapat baru yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Amerika mengenai korupsi di pemerintahan Amerika Serikat telah mencapai rekor tertinggi.

Survei yang dilakukan oleh Gallup tersebut menemukan bahwa 89 persen responden memberikan jawaban "ya" atas pertanyaan, "Apakah korupsi tersebar luas di seluruh pemerintahan negara ini atau tidak?" 

Angka tersebut naik 10 poin persentase dari tahun 2025 dan merupakan persentase tertinggi sejak survei ini dimulai pada tahun 2006.

Sebuah survei dari University of Massachusetts Amherst yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan hasil serupa, di mana 97 persen responden meyakini adanya setidaknya sejumlah praktik korupsi di dalam pemerintahan.

Gallup menemukan bahwa 83 persen responden dari Partai Republik meyakini adanya korupsi di pemerintahan; angka ini turun 4 poin dari tahun 2024, yakni pada masa pemerintahan Biden. 

Angka tersebut sebelumnya telah turun menjadi 81 persen pada tahun 2025, setelah Presiden Trump menjabat.

Namun, angka di kalangan responden independen dan Demokrat justru melonjak masing-masing menjadi 90 persen dan 91 persen. Sebanyak 57 persen anggota Partai Demokrat berpendapat bahwa korupsi tersebar luas di pemerintahan AS pada tahun 2024, dan angka tersebut naik menjadi 76 persen pada tahun lalu.

Persepsi mengenai korupsi di dunia usaha AS juga meningkat sebesar 8 poin persentase, dari 63 persen pada tahun 2025 menjadi 71 persen pada tahun 2026. Ini merupakan selisih terbesar antara kedua jenis korupsi tersebut di AS sebagaimana disurvei oleh Gallup.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, tingkat median persepsi korupsi di AS pada tahun 2025 tercatat 20 poin lebih tinggi daripada median negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). 

Gallup mencatat bahwa pengumpulan data lengkap untuk tahun 2026 belum rampung di seluruh negara anggota OECD. Hanya empat dari 132 negara yang disurvei oleh Gallup sejak tahun 2023 yang melampaui skor AS untuk tahun 2026: Lebanon sebesar 92 persen pada tahun 2024, Peru sebesar 92 persen pada tahun 2025, serta Ghana dan Nigeria yang masing-masing mencatat angka 90 persen pada tahun 2024.

Gallup menyurvei 1.000 orang dewasa di AS yang berusia 15 tahun ke atas, dan jajak pendapat tersebut dilaksanakan antara tanggal 1 Mei hingga 10 Juni. Margin kesalahannya adalah 4,1 poin persentase.

Share: