"Pertempuran Iran adalah pertempuran bagi seluruh bangsa, tidak hanya untuk satu pihak saja."
Yaman, Suarathailand- Pemimpin kelompok Houthi Yaman, Abdulmalik al-Houthi, menyatakan dukungan mereka kepada Iran yang tengah berkonflik dengan Amerika Serikat dan Israel, serta siap mengambil tindakan jika diperlukan.
"Ketika perkembangan (situasi) mengharuskan, tangan kami siap menarik pelatuk kapan saja," ujar Abdulmalik, dalam pidato yang disiarkan di televisi oleh saluran Al-Masirah TV yang dikelola Houthi, Kamis (6/3), seperti dilaporkan Xinhua.
Dia menyebut bahwa pertempuran Iran adalah pertempuran bagi seluruh bangsa, tidak hanya untuk satu pihak saja.
Abdulmalik pun menuding Israel dan "seluruh instrumennya berupaya memaksakan situasi pelanggaran" di Iran dan berniat "mengobarkan perang terbuka terhadap masyarakat merdeka bangsa itu tanpa ada kendali, pembatasan, atau komitmen apapun."
Abdulmalik memperingatkan bahwa pihak "musuh" sedang menyiapkan daftar target dan mencari dukungan keuangan dari sejumlah negara Arab, sembari menimbun persenjataan sebelum memilih waktu yang tepat.
Dia juga menyerukan kepada para pendukung Iran agar berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa massal pada Jumat (6/3), yang akan mengirimkan pesan penting pada momen yang sensitif, dan bertujuan untuk menegaskan kembali dukungan penuh rakyat Yaman terhadap masyarakat Iran.
Sebelumnya pada Kamis (5/3), Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Hans Grundberg menekankan pentingnya melindungi Yaman agar tidak terseret ke dalam siklus konfrontasi regional baru.
"Tidak ada pihak yang berhak menyeret negara itu ke dalam konflik yang lebih luas yang akan membawa lebih banyak penderitaan bagi masyarakat Yaman," tutur Grundberg.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional juga memperingatkan kelompok Houthi agar tidak terlibat dalam segala aksi militer berisiko demi mendukung agenda Iran atau berupaya memanfaatkan wilayah Yaman sebagai platform untuk menargetkan negara-negara tetangga atau kepentingan internasional.




