Pembicaraan tersebut terjadi setelah serangan Iran terbaru terhadap sejumlah fasilitas militer AS yang terletak di Bahrain dan Kuwait.
Pakistna, Suarathailand- Kantor Berita Anadolu melaporkan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menlu Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani membahas perkembangan situasi di Timur Tengah menyusul eskalasi terbaru antara AS dan Iran yang semakin memperburuk gencatan senjata yang rapuh.
Dar dan Al Zayani melakukan pembicaraan melalui telepon pada Minggu tentang perkembangan situasi Timur Tengah terbaru setelah penandatanganan kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan antara AS dan Iran.
Pembicaraan tersebut terjadi setelah serangan Iran terbaru terhadap sejumlah fasilitas militer AS yang terletak di Bahrain dan Kuwait.
Bahrain mengatakan pada Minggu bahwa mereka "berhasil" mencegat dan menghancurkan "sejumlah" serangan rudal dan drone Iran di wilayahnya.
Sehari sebelumnya Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan posisi AS di wilayah tersebut sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap Iran.
Al Zayani juga mengucapkan selamat kepada Pakistan atas penandatanganan kesepakatan kerangka kerja AS-Iran, yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad.
Dia juga memuji peran "konstruktif" Islamabad dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut, serta menyatakan harapan bahwa kesepakatan itu akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Dar berterima kasih atas "simpati hangat" Al Zayani dan menegaskan mengenai tekad yang dimiliki Pakistan dalam rangka mempromosikan dialog dan diplomasi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.
Pakistan telah memainkan peran sentral sebagai mediator antara AS dan Iran dalam mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.



