India saat ini memegang keketuaan BRICS, yang beranggotakan 11 negara ekonomi berkembang, serta menjadi tuan rumah pertemuan para menlu BRICS selama dua hari sejak Kamis (14/5).
New Delhi, Suarathailand- Melalui platform media sosial X, Menteri Luar Negeri (Menlu) India S. Jaishankar menyebut dirinya dan Menlu Iran Abbas Araghchi membahas kerja sama bilateral, perang AS-Israel Vs Iran, situasi Selat Hormuz, serta konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Jaishankar menyebut pembicaraan itu berlangsung di sela-sela pertemuan menlu-menlu BRICS di New Delhi, India, di mana Iran juga merupakan anggota blok tersebut.
"Kami membahas situasi di Timur Tengah dan implikasinya. Kami juga bertukar pandangan mengenai isu-isu bilateral yang menjadi kepentingan bersama," kata Jaishankar.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perang AS-Israel melawan Iran, yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Namun, saat ini diberlakukan gencatan senjata sementara yang rapuh.
India saat ini memegang keketuaan BRICS, yang beranggotakan 11 negara ekonomi berkembang, serta menjadi tuan rumah pertemuan para menlu BRICS selama dua hari sejak Kamis (14/5).
Selat Hormuz dan perang, yang sudah berlangsung 40 hari, antara AS dan Iran menjadi fokus konsultasi bilateral antara Araghchi dan Jaishankar di New Delhi.
Araghchi menyampaikan harapan bahwa selama keketuaan India di BRICS, koordinasi dan pencapaian lebih besar dapat terwujud di antara negara-negara anggota, demikian menurut kantor berita Iran, IRNA.
Menlu Iran itu juga memberi penjelasan kepada Jaishankar mengenai perkembangan terbaru, situasi gencatan senjata yang rapuh, serta proses negosiasi terkait upaya mengakhiri perang.
Keduanya juga membahas situasi terkini di Selat Hormuz serta perkembangan terkait keamanan maritim dan stabilitas kawasan. Perang tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.300 orang di Iran dan menyebabkan ribuan lainnya mengungsi.



