Korsel Geger, 8 Orang Terluka dalam Aksi Serangan Pisau di Mal Incheon

Polisi menangkap tersangka di lokasi kejadian dan sedang menyelidiki motif serta kronologi serangan tersebut.


Incheon, Suarathailand- Seorang pria berusia 59 tahun yang sedang berada dalam pengawasan elektronik ditangkap setelah menyerang pengunjung hipermarket Homeplus dengan pisau di Incheon pada hari Selasa; serangan ini melukai tujuh orang dan menyebabkan satu orang mengalami henti jantung.

Menurut Kantor Polisi Incheon Namdong, serangan terjadi sekitar pukul 13.40 di sebuah kompleks komersial yang menampung cabang Homeplus Guwol di Namdong-gu, Incheon bagian barat.

Polisi menangkap tersangka di lokasi kejadian dan sedang menyelidiki motif serta kronologi serangan tersebut.

Seseorang sedang menerima penanganan darurat di Homeplus, Guwol-dong, Incheon, pada 13 Oktober, setelah serangan pisau. (Yonhap)

Petugas kepolisian, petugas penyelamat, dan karyawan Homeplus terlihat di gerai Homeplus di Incheon pada 13 Oktober setelah serangan pisau. (Yonhap)

Tersangka diduga menikam delapan orang. Seorang wanita berusia 20-an mengalami henti jantung, sementara tujuh korban lainnya—pria dan wanita berusia antara 20-an hingga 50-an—sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit, menurut pihak berwenang.

Menurut polisi, tersangka terlihat mengacungkan senjata saat menaiki eskalator dari lantai dua rubanah (basement) kompleks tersebut—tempat Homeplus berada—menuju lantai dua yang berisi toko-toko lain. Ia kemudian dihentikan oleh pengunjung lainnya.

Saksi mata mengatakan tersangka mengikatkan senjata pada kedua tangannya saat melakukan serangan.

Kementerian Kehakiman menyatakan pada hari Selasa bahwa tersangka telah berada dalam pengawasan elektronik sejak tahun 2019 dan rutin menjalani perawatan psikiatris tanpa melakukan pelanggaran hukum kembali. 

Ia juga telah menerima konseling untuk kecanduan alkohol dan masalah kesehatan mental. Menurut pihak kementerian, tersangka sebelumnya sempat diproses hukum karena membawa senjata setelah menggunakan pisau dapur untuk melubangi poster protes dalam aksi unjuk rasa tunggal yang ditujukan kepada sebuah rumah sakit tempat ia memiliki konflik.

Pada hari yang sama, tersangka mengikuti sesi konseling kecanduan dari pukul 10.00 hingga 11.00 pagi, dilanjutkan dengan pertemuan bersama petugas pengawas masa percobaan serta pemeriksaan kepatuhan minum obat. Petugas tersebut mendampinginya hingga sekitar pukul 12.30 siang, termasuk saat makan siang, ungkap pihak kementerian.

Kementerian menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan menyelidiki secara menyeluruh situasi di balik serangan itu serta meninjau kembali sistem pengawasan elektroniknya guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pihak kementerian menambahkan bahwa tersangka tidak pernah merusak perangkat pemantau maupun melanggar ketentuan pengawasan yang ditetapkan. (Foto: Petugas penyelamatan dan korban serangan)

Share: