Menhan Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada bulan April dan hingga kini belum menunjuk pengganti tetap.
AS, Suarathailand- Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll telah mengajukan pengunduran dirinya, demikian dikonfirmasi oleh Gedung Putih pada hari Senin, menyusul laporan mengenai ketegangan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Saat ditanya mengenai laporan Wall Street Journal bahwa Driscoll telah mengundurkan diri, Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih, Anna Kelly, tidak membantahnya.
"Driscoll sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk 'Membuat Amerika Kuat Kembali' (Make America Strong Again) di Departemen Angkatan Darat," kata Kelly.
Ia menyebutkan "kepemimpinan luar biasa" Driscoll selama operasi militer AS, termasuk "memulihkan penekanan pada kesiapan dan daya hancur (lethalitas), membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dan banyak lagi."
Ia menambahkan: "Angkatan Darat Amerika Serikat kini lebih kuat dari sebelumnya berkat kinerjanya bersama Panglima Tertinggi dan Menteri Pertahanan."
Jika diterima, pengunduran diri Driscoll akan menjadi peristiwa terbaru mundurnya seorang pemimpin militer senior di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sebagai mantan teman sekelas Wakil Presiden JD Vance di sekolah hukum, Driscoll dikabarkan mendapat keuntungan dari persahabatan mereka di dalam pemerintahan, namun ia berselisih paham dengan Hegseth.
Anggota Demokrat paling senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Jack Reed, menyalahkan Menteri Pertahanan atas kepergian tersebut, dengan mengatakan, "Saya tidak menyambut baik pengunduran diri Menteri Driscoll... Sudah saatnya Presiden Trump menyadari dampak buruk jangka panjang yang ditimbulkan Pete Hegseth terhadap Departemen Pertahanan."
Sebagai veteran Angkatan Darat yang pernah bertugas di Irak, Driscoll sempat mencalonkan diri untuk Kongres pada tahun 2020 namun gagal, dan kemudian menjadi penasihat bagi kampanye pemilihan kembali Trump pada tahun 2024.
Dengan perang Iran yang memasuki bulan ketujuh, pengunduran diri ini dapat menyebabkan Angkatan Darat tidak memiliki pimpinan tetap, baik dari kalangan sipil maupun militer.
Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada bulan April dan hingga kini belum menunjuk pengganti tetap.




