Bahasa Indonesia masuk dalam daftar bahasa resmi sidang umum UNESCO 2025 bersama sembilan bahasa lain yakni, Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Hindi, Italia, Portugis, Rusia dan Spanyol.
Jakarta, Suarathailand- Direktur Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan masuknya bahasa Indonesia ke dalam jajaran bahasa resmi yang digunakan dalam forum internasional UNESCO merupakan kebanggaan bagi negara.
“Bahasa kan salah satu objek pemajuan kebudayaan juga kan dan alhamdulillah sudah diakui sebagai salah satu bahasa resmi di UNESCO. Jadi menurut saya ini kebanggaan bagi kita semua,” katanya lagi.
Ia pun berharap agar masyarakat Indonesia kian bangga menggunakan bahwa Indonesia dalam berbagai kesempatan atau forum internasional.
Disinggung soal generasi muda, terutamanya di Jakarta yang lebih fasih menggunakan bahasa Inggris, Restu mengatakan itu dapat menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk berkiprah di dunia internasional.
Namun demikian, ia juga berharap generasi muda dapat terus memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, dan bagi yang berasal dari suku-suku tertentu di Indonesia dapat senantiasa melestarikan penggunaan bahasa daerah dalam kesempatan tertentu.
“Lestarikan bahasa daerah, perkuat bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing. Jadi bahasa daerahnya tetap harus kita jaga, kita lestarikan, karena di situ bayak nilai-nilai yang berkaitan dengan tradisi, juga sebagai kebanggaan daerah juga,” jelasnya.
Sebelumnya, UNESCO telah menetapkan sepuluh bahasa resmi yang digunakan dalam sidang umum tahun ini, termasuk bahasa Indonesia di dalamnya.
Penggunaan bahasa Indonesia tak hanya sebagai alat komunikasi melainkan sebuah simbol dan penghormatan pada bangsa.
Adapun berdasarkan, prosedur aturan, terdapat dua kategori bahasa yang digunakan yakni bahasa resmi yang dan bahasa kerja.
Bahasa resmi merupakan bahasa yang digunakan untuk komunikasi penerjemah dokumen resmi seperti amandemen, konstitusi, resolusi dan laporan hasil sidang. Sementara bahasa kerja digunakan selama sesi debat, interpretasi simultan dan penyusunan dokumen harian selama sidang.
Adapun bahasa Indonesia masuk dalam daftar bahasa resmi dalam sidang umum UNESCO 2025 bersama sembilan bahasa lain yakni, Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Hindi, Italia, Portugis, Rusia dan Spanyol.




