Iran Larang 56 Kapal Tanker Melintasi Selat Hormuz dan Peringatkan Kapal Ilegal

Iran telah menyatakan akan menindak segala aktivitas mencurigakan di Selat Hormuz yang dilakukan di luar ketentuan yang ditetapkan oleh Iran.


Teheran, Suarathailand- Farsnew melaporkan Iran telah memperketat kendalinya atas Selat Hormuz dengan memasukkan 56 kapal tanker minyak yang tidak mematuhi aturan ke dalam daftar hitam—melarang mereka melintasi jalur air strategis tersebut—serta memperingatkan bahwa kapal-kapal yang bekerja sama dengan mereka dapat menghadapi sanksi serupa.

Langkah ini diambil di tengah penurunan tajam lalu lintas maritim melalui selat tersebut, kenaikan harga solar di AS, serta anjloknya ekspor minyak Arab Saudi dan gas Qatar.

Iran telah menyatakan akan menindak segala aktivitas mencurigakan di Selat Hormuz yang dilakukan di luar ketentuan yang ditetapkan oleh Iran.

Sebelumnya, Otoritas Pengelolaan Jalur Laut Teluk Persia (PGSA) Iran memperbarui daftar kapal yang tidak patuh dan menambah jumlah kapal tanker minyak yang dilarang melintasi Selat Hormuz menjadi 56 unit. Kapal-kapal tanker tersebut memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat atau sekutunya.

Otoritas tersebut memperingatkan bahwa kapal mana pun yang bekerja sama dengan kapal tanker yang masuk daftar hitam juga akan dimasukkan ke dalam daftar pelanggar.

Langkah ini diambil saat lalu lintas maritim melalui jalur air strategis tersebut mengalami penurunan tajam.

Penutupan Selat Hormuz dan peningkatan pembatasan dalam beberapa hari terakhir telah mendorong harga solar di AS ke rekor tertinggi, dengan rata-rata nasional mencapai $5,85 per galon.

Menyusul langkah tersebut, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada bulan Agustus turun ke tingkat terendah dalam sembilan tahun, sementara ekspor gas alam cair (LNG) Qatar merosot sebesar 90 persen dari bulan Maret hingga Agustus 2026. Gangguan ini juga diperkirakan telah membebani rumah tangga di AS dengan biaya sebesar $100 miliar.

Share: