Iran dan AS pada 14 Juni mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog serta negosiasi.
Beijing, Suarathailand- Xinhua melaporkan Pemerintah China meminta agar AS dan iran tetap berkomitmen menjaga perdamaian berdasarkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Juni lalu.
"China menyerukan AS dan Iran untuk menindaklanjuti nota kesepahaman. Menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan menghindari penggunaan kekerasan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing.
Iran dan AS pada 14 Juni mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog serta negosiasi.
Nota kesepahaman tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Namun, pada Selasa malam (7/7) Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi telah meluncurkan serangkaian serangan baru terhadap sejumlah 80 titik militer di Iran. Mereka mengeklaim serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap sejumlah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Rabu (8/7) mengatakan meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap 85 titik militer AS di Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
"Kami mengikuti perkembangan terkini di Timur Tengah dengan saksama. Memulai kembali konflik tidak menguntungkan pihak mana pun, cara militer tidak dapat menyelesaikan masalah mendasar," tegas Mao Ning.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga pada Rabu, kemudian menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir.



