"China telah berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB," tambah Lin Jian.
Beijing, Suarathailand- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan hubungan kerja sama antara China dan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
"Hubungan kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.
Seperti dilaporkan sebelumnya, AS memperingatkan negara-negara lain, termasuk China atas risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika mereka berbisnis dengan Iran, seiring peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye "Operation Economic Outcast" itu berfokus pada lima sektor ekonomi Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
"Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," kata Bessent dalam konferensi pers di Washington D.C., AS, Senin (24/8).
Dia menegaskan tak ada pihak yang kebal terhadap sanksi AS. Bessent pun menekankan entitas atau negara mana pun, termasuk China sebagai mitra dagang utama Iran, dapat menjadi sasaran dalam operasi baru AS itu.
"China telah berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB," tambah Lin Jian.
Ia menyebut perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak memberikan solusi.
"Sebaliknya, sanksi ekonomi hanya akan memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain," ungkap Lin Jian.
Tugas mendesak saat ini, menurut Lin Jian, adalah memfasilitasi deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin.
"China akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," tegas Lin Jian.



