Marcos mengatakan protokol tersebut mencerminkan perkembangan berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas regional yang lebih kuat dan lebih inklusif.
Filipina, Suarathailand- Para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), mengadopsi Cebu Protocol to Amend the ASEAN Charter, menandai revisi pertama terhadap piagam perhimpunan tersebut sejak ditandatangani di 2007.
Dalam konferensi pers setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menggambarkan perkembangan tersebut sebagai tonggak penting bagi reformasi ASEAN dan integrasi penuh Timor Leste ke dalam blok regional itu.
"Pencapaian penting lainnya adalah adopsi Cebu Protocol to Amend the ASEAN. Ini menandai amendemen pertama terhadap Piagam ASEAN sejak penandatanganan di tahun 2007," kata Marcos.
Amendemen tersebut dilakukan hampir dua dekade setelah para pemimpin ASEAN menandatangani piagam di Cebu, yang secara resmi mengubah ASEAN menjadi organisasi regional berbasis aturan dengan status badan hukum.
Marcos mengatakan protokol tersebut mencerminkan perkembangan berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas regional yang lebih kuat dan lebih inklusif.
Sebelumnya, para pejabat ASEAN menyatakan amendemen tersebut mendukung integrasi penuh Timor Leste ke ASEAN setelah negara itu resmi menjadi anggota ke-11 pada Oktober 2025.
Presiden Marcos juga menyoroti kemajuan ASEAN di seluruh pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya seiring blok tersebut mulai menerapkan Visi Komunitas ASEAN 2045.
Peta jalan jangka panjang itu bertujuan memosisikan ASEAN sebagai "pusat pertumbuhan" di kawasan Indo-Pasifik selama dua dekade mendatang.
KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, mempertemukan para pemimpin Asia Tenggara di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan ekonomi, stabilitas geopolitik, keamanan energi, dan kerja sama kelembagaan.



