WHO Beri Penghargaan kepada Dokter Thailand atas Pelayanan Kemanusiaan di Perbatasan

WHO memberikan penghargaan kepada Dr. Worawit Tontiwattanasap dari Rumah Sakit Umphang atas pelayanan kesehatan kemanusiaan di sepanjang perbatasan terpencil Thailand.


WHO, Suarathailand- Dr. Worawit Tontiwattanasap, direktur Rumah Sakit Umphang di provinsi Tak, telah mendapat penghargaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas kerja kemanusiaannya yang telah lama dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di salah satu daerah perbatasan terpencil Thailand.

Dokter Thailand tersebut menerima Penghargaan Yayasan Kesehatan Uni Emirat Arab 2026 selama Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79 di Jenewa, penghargaan kesehatan masyarakat diberikan kepada individu dan lembaga yang diakui atas kontribusi luar biasa terhadap kesehatan masyarakat.

Dewan Eksekutif WHO telah memutuskan pada bulan Februari untuk memberikan penghargaan kepada Dr. Worawit atas kontribusinya yang luar biasa terhadap pembangunan kesehatan. Penghargaan tersebut meliputi sertifikat, plakat, dan US$40.000.


Pelayanan Kemanusiaan Tanpa Batas

WHO mengatakan penghargaan tersebut mengakui karya kemanusiaan Dr. Worawit untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi penduduk pedesaan, rentan, dan pengungsi. 

WHO menggambarkannya sebagai seorang dokter yang telah mendedikasikan kariernya untuk memperkuat akses ke layanan kesehatan primer bagi kelompok rentan, termasuk orang tanpa kewarganegaraan, di distrik Umphang, barat laut Thailand, di sepanjang perbatasan Myanmar.

Karyanya telah membantu mendorong resolusi nasional penting tentang subsidi kesehatan dan pendaftaran penduduk tanpa dokumen. Karyanya juga berkontribusi pada perluasan layanan kesehatan bergerak di kedua sisi perbatasan, yang mencakup imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, tuberkulosis, dan demam berdarah, serta perawatan antenatal dan maternal dan perawatan dialisis.

WHO juga menyoroti perannya dalam melatih petugas kesehatan masyarakat dan bidan pembantu dari Thailand dan Myanmar, dengan fokus pada pemberian layanan kemanusiaan. WHO mengatakan kontribusinya telah membantu memajukan layanan kesehatan primer yang lebih adil di daerah pedesaan.

Bagi Dr. Worawit, prinsipnya sederhana: tanggung jawab dalam perawatan kesehatan harus dipandu “bukan oleh batas geografis, tetapi oleh nilai-nilai etika dan kemanusiaan kita”.

Penghargaan yang diterimanya kembali menarik perhatian pada tantangan penyediaan layanan kesehatan di Umphang, sebuah distrik pegunungan di mana jarak, kemiskinan, kewarganegaraan, dan status hukum dapat memengaruhi apakah orang menerima perawatan tepat waktu.

Profil sebelumnya menelusuri bagaimana Dr. Worawit meninggalkan kampung halamannya di Chachoengsao dan memilih untuk tinggal di Umphang setelah ditempatkan di sana sebagai dokter pedesaan muda. 

Profil yang sama menggambarkan rumah sakit pada saat itu sebagai fasilitas dengan 60 tempat tidur yang terletak 247 kilometer dari Tak, di sepanjang jalan dengan 1.219 tikungan, dan melayani banyak orang yang tinggal di komunitas perbatasan yang terpencil.

Untuk menjangkau pasien di daerah pegunungan, ia telah melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, dengan kereta bermotor lokal dan, kadang-kadang, bahkan dengan bantuan seekor gajah yang menarik kendaraan roda empat. 

Rumah sakit tersebut juga memberikan perawatan kepada sejumlah besar pasien non-Thailand tanpa asuransi kesehatan, banyak di antaranya terlalu miskin untuk membayar tagihan medis.

Catatan panjang tersebut membantu menjelaskan mengapa penghargaan WHO terbaru ini lebih dari sekadar penghargaan pribadi. Ini juga merupakan pengingat akan kesulitan dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat di daerah perbatasan di mana masyarakat seringkali berada di antara sistem formal.


Peran Thailand dalam Kesehatan Perbatasan Diakui

WHO Thailand mengucapkan selamat kepada Dr. Worawit dan memuji kepemimpinan dan komitmen berkelanjutan Thailand dalam memperkuat kesehatan perbatasan dan akses yang adil terhadap perawatan kesehatan.

Organisasi tersebut menyatakan tetap berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Thailand dan para mitra untuk membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berpusat pada masyarakat serta memajukan kesetaraan kesehatan, memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79 yang memberikan perhatian global pada perawatan kesehatan primer dan kesetaraan kesehatan. WHO mengatakan para penerima penghargaan tahun ini memiliki komitmen untuk memperluas perawatan kesehatan primer, mengurangi ketidaksetaraan, dan membuat peningkatan nyata di komunitas mereka melalui dedikasi dan inovasi.

Bagi Thailand, penghargaan yang diterima Dr. Worawit mengubah rumah sakit perbatasan terpencil menjadi contoh global layanan kesehatan masyarakat yang berakar pada kemanusiaan. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan sistem kesehatan sering kali diuji bukan di pusatnya, tetapi di pinggirannya, di mana orang-orang yang paling berisiko juga paling mudah diabaikan.

Share: