Thailand Usut 1.483 Dugaan Registrasi Kelahiran Palsu, Diduga Libatkan Jaringan WNA

Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand menyatakan bahwa 1.483 data kelahiran kini sedang diperiksa satu per satu. 


Bangkok, Suarathailand– Kepolisian Thailand memperluas penyelidikan terhadap 1.483 dugaan registrasi kelahiran palsu di Bangkok yang diduga digunakan untuk memperoleh kewarganegaraan Thailand secara ilegal. 

Kasus ini diduga melibatkan jaringan perantara, warga negara asing, hingga kemungkinan keterlibatan oknum di sejumlah rumah sakit swasta.

Penyelidikan terbaru dilakukan setelah polisi menangkap *empat tersangka*, terdiri dari sepasang warga negara China dan dua pria berkewarganegaraan Thailand. 

Mereka diduga memalsukan pengakuan ayah biologis dalam dokumen kelahiran agar anak-anak yang sebenarnya lahir dari pasangan warga asing dapat memperoleh status sebagai warga negara Thailand.

Menurut penyidik, kasus ini terungkap setelah Departemen Administrasi Provinsi menemukan kejanggalan dalam basis data pencatatan sipil. 

Sejumlah akta kelahiran menunjukkan pola yang sama, yakni ibu berkewarganegaraan China dengan ayah yang tercatat sebagai warga Thailand, meski hasil penyelidikan mengindikasikan ayah biologis sebenarnya adalah warga negara asing.

Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand menyatakan bahwa 1.483 data kelahiran kini sedang diperiksa satu per satu. 

Hingga saat ini, penyidik telah memastikan adanya pelanggaran pada dua kasus yang menjadi dasar penangkapan empat tersangka tersebut. Apabila ditemukan bukti pemalsuan dalam kasus lainnya, status kewarganegaraan yang diperoleh melalui cara ilegal akan dicabut.

Dalam penggeledahan, polisi menyita berbagai barang bukti berupa paspor, akta kelahiran, dokumen asuransi, buku rekening, serta dokumen administrasi lainnya. 

Hasil tes DNA juga memperkuat dugaan bahwa pria Thailand yang tercantum sebagai ayah dalam dokumen resmi bukanlah ayah biologis anak-anak tersebut.

Penyidik menduga terdapat praktik "ayah bayaran", yaitu warga Thailand yang bersedia mencantumkan identitasnya sebagai ayah dengan imbalan uang. Skema tersebut diyakini dimanfaatkan oleh sebagian warga asing agar anak mereka memperoleh hak sebagai warga negara Thailand.

Kasus ini juga menyeret perhatian terhadap sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan Thailand telah memerintahkan pemeriksaan terhadap rumah sakit swasta yang diduga terkait proses penerbitan dokumen kelahiran. Selain itu, investigasi diperluas ke lebih dari 470 rumah sakit swasta di seluruh Thailand untuk memastikan tidak ada pelanggaran serupa.

Pemerintah Thailand menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk apabila ditemukan keterlibatan pegawai pemerintah atau tenaga medis. Mereka yang terbukti membantu pemalsuan dokumen dapat dikenai sanksi pidana, tindakan disipliner, hingga pencabutan izin profesi.

Kasus ini menjadi perhatian luas di Thailand karena menyangkut keamanan sistem administrasi kependudukan dan proses pemberian kewarganegaraan. (Foto: Dok suasana salah satu sudut Bangkok malam hari)

Share: