Ubon Ratchathani, Suarathailand- Tentara Kerajaan Thailand mengatakan kebuntuan dengan pasukan bersenjata Kamboja di Chong Bok di Ubon Ratchathani telah diredakan, dan mendesak masyarakat untuk menghindari kesalahpahaman akibat klip media sosial yang provokatif.
Tentara Kerajaan Thailand pada hari Selasa mengklarifikasi insiden di mana pasukan Kamboja diduga menghalangi operasi militer Thailand di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja di distrik Nam Yuen, provinsi Ubon Ratchathani.

Tentara menegaskan bahwa personel Thailand telah bertindak sesuai dengan aturan keterlibatan yang diterima secara internasional untuk sepenuhnya melindungi kedaulatan nasional.
Mereka juga mendesak masyarakat untuk menggunakan penilaian setelah rekaman insiden tersebut beredar secara online dengan cara yang dapat membangkitkan sentimen publik.
Mayjen Winthai Suvaree, juru bicara Tentara Kerajaan Thailand, menjelaskan gambar-gambar yang menunjukkan tentara Kamboja bersenjata bergerak mendekat ke pasukan Thailand selama operasi perbatasan, dengan kedua belah pihak berdebat dan meninggikan suara mereka.
Ia mengatakansekitar pukul 9 pagi pada hari Selasa, tentara menerima laporan dari Satuan Tugas Suranaree, yang personelnya sedang melakukan pengawasan dan meningkatkan posisi pertahanan dengan memasang kawat berduri untuk memperkuat langkah-langkah keamanan di dalam garis penempatan Thailand di daerah Chong Bok, distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani.
Selama operasi, pasukan Thailand mendeteksi lima tentara Kamboja bersenjata memasuki area kerja. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 20 tentara. Kelompok Kamboja tersebut diduga berteriak dan mencoba menghalangi petugas Thailand untuk menjalankan tugas mereka.
Pasukan Thailand menanggapi dengan hati-hati sesuai prosedur, mengendalikan situasi dan membuka pembicaraan untuk menjelaskan fakta-fakta. Sekitar pukul 11.30 pagi, situasi mereda setelah pasukan Kamboja setuju untuk mundur dari daerah tersebut.
Situasi di lapangan sejak itu kembali normal. Unit-unit Thailand di daerah tersebut tetap siaga dan terus memantau pergerakan secara ketat untuk melindungi kedaulatan dan menjaga keamanan sesuai dengan kerangka pernyataan bersama.
Juru bicara militer menekankan bahwa peningkatan posisi pertahanan dan pemasangan kawat berduri oleh pasukan Thailand dilakukan dengan benar di dalam garis penempatan Thailand sendiri dan sesuai dengan pernyataan bersama.
Karena pasukan dari kedua belah pihak ditempatkan berdekatan di area tersebut, Thailand perlu mengambil langkah-langkah perlindungan untuk keselamatan, katanya.
Sumber militer mengatakan, video tentara Kamboja bersenjata yang bergerak mendekati pasukan Thailand selama operasi perbatasan telah beredar di media sosial Kamboja bersamaan dengan pesan-pesan yang menggambarkan kekuatan dan keberanian personel Kamboja.
Namun postingan tersebut tidak menyebutkan secara jelas lokasi atau detail kejadian. Daerah tersebut diyakini berada di dekat Chong Bok, tempat kejadian serupa terjadi pada hari sebelumnya dan kedua belah pihak dapat berbicara dan hidup berdampingan tanpa eskalasi.
Di media sosial Thailand, klip tersebut dibagikan secara luas dan menuai reaksi beragam, termasuk dukungan terhadap pasukan Thailand dan kritik terhadap perilaku pihak lawan. Hal ini menyebabkan perdebatan online yang berkelanjutan.
Sumber tersebut mengatakan pasukan yang bertugas akan mengikuti aturan keterlibatan, dengan pertahanan diri sebagai prinsip utama, sebelum bertindak sesuai dengan instruksi dari komando yang lebih tinggi untuk mengelola situasi dan menghindari eskalasi konflik.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari sumber resmi yang kredibel dan menggunakan penilaian saat melihat konten media sosial.
Sumber tersebut menambahkan bahwa beberapa klip atau sebagian informasi yang diposting online dapat mempengaruhi emosi publik, dan orang-orang harus memverifikasi fakta dengan hati-hati sebelum membagikan atau mengomentari insiden tersebut.
Sumber tersebut juga mengklaim bahwa ada upaya berkelanjutan dari pihak Kamboja untuk membangkitkan sentimen publik, karena mengetahui bahwa masyarakat Thailand adalah orang yang patriotik. Konten atau klip tersebut diduga diedarkan untuk memancing reaksi emosional di kalangan masyarakat Thailand.
Beberapa pengguna media sosial Thailand kemudian membesar-besarkan materi tersebut, mengubahnya menjadi tren yang lebih luas sehingga menimbulkan kemarahan atau kritik publik terhadap tindakan pejabat Thailand. Hal ini dapat mempengaruhi moral personel dalam menjalankan tugasnya, kata sumber tersebut.
Sumber tersebut menambahkan bahwa semua tentara memahami bahwa mengabdi pada negara memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap aturan keterlibatan, perintah, dan kesepakatan di semua tingkatan. Respons yang tidak tepat mungkin tidak akan memberikan manfaat bagi kepentingan jangka panjang negara tersebut.
Masyarakat kembali diminta untuk menggunakan penilaian ketika mengikuti berita di media sosial dan tidak terpengaruh oleh provokasi.
Sumber tersebut mengatakan, situasi sebenarnya di kawasan tersebut tidak separah yang digambarkan dalam klip tersebut, yang hanya menampilkan satu bagian dari kejadian tersebut. Setelah itu, pihak Kamboja mundur kembali ke markasnya seperti semula.



