TikTok dan Youtube Rajai Dunia Digital Thailand, AI Jadi Pendamping Terpercaya

TikTok memiliki jumlah pengguna yang dapat dijangkau iklan tertinggi, yaitu 56,6 juta akun.


Bangkok, Suarathailand- Sebuah laporan baru mengungkap bagaimana Thailand telah menjadi masyarakat digital sepenuhnya di tahun 2025 — dengan TikTok mendominasi preferensi pengguna, YouTube mendominasi waktu layar, perempuan mendominasi media sosial, dan AI menjadi pendamping harian yang tepercaya.

Thailand telah resmi memasuki era masyarakat digital sepenuhnya, menurut laporan gabungan terbaru dari DataReportal, Meltwater, dan We Are Social. Dengan 67,8 juta pengguna internet — atau 94,7% dari populasi — negara ini menyaksikan perubahan besar dalam konsumsi media, perilaku belanja, dan adopsi AI.


Perempuan mendominasi ruang media sosial Thailand

Pada tahun 2025, penduduk Thailand memiliki 56,6 juta akun media sosial, melonjak 15% dari tahun sebelumnya, mewakili 79,1% populasi. Rata-rata penduduk Thailand menggunakan 7,3 platform per bulan dan menghabiskan 20 jam 45 menit setiap minggu untuk online.


Temuan kunci:

Perempuan mendominasi 55,2% pengguna media sosial

Laki-laki mendominasi 44,8%

Persaingan platform: TikTok memenangkan hati, YouTube memenangkan waktu

Warga Thailand menempatkan TikTok sebagai platform yang paling dicintai, dengan 30,3% menyatakan TikTok sebagai favorit mereka, mengungguli:

Facebook – 29,2%

Instagram – 13,3%

LINE – 10,4%

Messenger – 4,8%

X (Twitter) – 3,3%

TikTok juga memiliki jumlah pengguna yang dapat dijangkau iklan tertinggi, yaitu 56,6 juta akun.

Saat mengukur waktu aktual yang dihabiskan di perangkat Android, warga Thailand menghabiskan sebagian besar waktu mereka di YouTube:

YouTube – 58 menit/hari

Facebook – 57 menit/hari

Instagram – 48 menit/hari

TikTok – 47 menit/hari

WhatsApp – 35 menit/hari

LINE – 27 menit/hari

Pembeli Thailand: "Ulasan dulu, belanja belakangan"

Pemasaran online bukan lagi pilihan — ini soal bertahan hidup. 35,6% orang Thailand mengatakan mereka selalu membaca ulasan sebelum membeli apa pun.

Saluran utama untuk riset produk:
Mesin pencari – 54%
Media sosial – 46,4%
Ulasan konsumen – 35,6%
Intinya? Iklan saja tidak cukup. Merek harus memanfaatkan konten buatan pengguna untuk membangun kepercayaan.

Warga Thailand merangkul AI: antusiasme mengalahkan ketakutan

Tren yang menonjol untuk tahun 2025 adalah adopsi AI yang antusias di Thailand:

-48,3% orang Thailand merasa antusias menggunakan AI (hampir sama dengan rata-rata global sebesar 48,7%).
Kecemasan akan kehilangan pekerjaan jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.

Perincian perilaku AI

-ChatGPT memimpin dengan sangat meyakinkan, dengan 84,3% pengguna AI di Thailand memilihnya.
-Google Gemini tertinggal jauh di belakang, yaitu 6,32%. Gen Z, terutama pria muda berusia 16–24 tahun, adalah pengguna terbanyak (43,4%).

Kasus penggunaan AI teratas?

“Untuk menyembuhkan kesepian.”
Diikuti oleh produktivitas dan pencarian informasi.
Menilik kehidupan digital Thailand di tahun 2025: Dominasi TikTok dan pendampingan AI

Apa artinya ini bagi merek di era AI?

Masyarakat Thailand kini mengharapkan merek untuk: memahami kebutuhan mereka melalui wawasan berbasis data,
menawarkan chatbot dan sistem AI yang terdengar manusiawi, memberikan solusi dengan cepat, alami, dan akurat.
Tantangannya bukan lagi "hadir" secara daring, tetapi menggunakan AI untuk menciptakan konten yang autentik, menghibur, dan sangat relevan yang benar-benar melibatkan konsumen.

Kebiasaan digital Thailand di tahun 2025 menunjukkan negara yang sepenuhnya tenggelam dalam platform sosial, pendampingan AI, dan belanja berbasis ulasan — sebuah lanskap di mana merek harus beradaptasi lebih cepat dari sebelumnya agar tetap relevan.

Share: