Tiga Bulan Konflik AS-Iran Guncang Harga Energi Global karena Krisis Hormuz

Konflik menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak melewati $100 per barel, secara signifikan meningkatkan biaya energi di seluruh dunia dan membuat lebih dari 2.000 kapal kargo terdampar.


Hormuz, Suarathailand- Konflik selama 90 hari, yang dipicu oleh serangan AS/Israel terhadap Iran, menyebabkan Iran menyatakan Selat Hormuz yang vital sebagai "zona mati," yang sangat mengganggu pengiriman energi global.

Gangguan tersebut menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak melewati $100 per barel, secara signifikan meningkatkan biaya energi di seluruh dunia dan membuat lebih dari 2.000 kapal kargo terdampar.

Situasi tersebut meningkat dengan "blokade ganda" ketika AS memblokade pelabuhan Iran, dan setelah tiga bulan, konflik tersebut menjadi jalan buntu tanpa pemenang yang jelas.

Meskipun ada pembicaraan baru-baru ini tentang potensi kesepakatan untuk memungkinkan pengiriman, krisis tersebut tetap belum terselesaikan karena belum ada kesepakatan akhir yang tercapai, sehingga Selat Hormuz menjadi risiko besar bagi ekonomi global.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang meletus pada 28 Februari 2026, telah menjadi salah satu krisis geopolitik paling parah dalam beberapa dekade. Perang ini dijuluki "Perang Teluk Ketiga" karena dampaknya yang luas terhadap keamanan global, energi, dan ekonomi dunia.


Asal Usul dan Eskalasi Perang

Pemicu utamanya adalah peluncuran Operasi Epic Fury oleh Amerika Serikat dan Operasi Roaring Lion oleh Israel, yang menargetkan situs militer dan infrastruktur nuklir Iran. Operasi tersebut dilaporkan juga mencakup serangan terhadap para pemimpin senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi.

Iran segera merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan AS dan sekutu di Timur Tengah. Kemudian, Iran memperluas konflik ke front maritim dengan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai "zona mati", menggunakan ranjau, drone peledak, dan kapal cepat bersenjata untuk mengancam kapal yang melewati selat jika mereka gagal mematuhi aturannya.

Situasi memburuk setelah pembicaraan di Islamabad, Pakistan, gagal. Presiden Donald Trump kemudian mengumumkan blokade angkatan laut penuh terhadap Iran mulai 13 April, menciptakan "blokade ganda" yang belum pernah terjadi sebelumnya — dengan Iran membatasi Selat Hormuz sementara AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.


Selat Hormuz: Titik Strategis Global Penting

Selat Hormuz adalah arteri vital ekonomi dunia, berfungsi sebagai jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam dari Timur Tengah ke pasar global.

Gangguan tersebut membuat harga minyak mentah Brent naik di atas US$100 per barel sebelum mencapai puncaknya US$126-139 per barel pada bulan Maret, dengan cepat meningkatkan biaya energi di seluruh dunia.

Krisis ini juga menyebabkan kekurangan pupuk, karena lebih dari 30% perdagangan pupuk global bergantung pada jalur tersebut, serta gas helium yang digunakan dalam industri semikonduktor, penerbangan, dan medis.

Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 kapal kargo dan kapal tanker minyak terdampar di Teluk Persia dan daerah sekitarnya, menyebabkan kerusakan signifikan pada rantai pasokan global.

Share: