Netanyahu sebelumnya mengumumkan Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.
AS, Suarathailand- Media Axios melaporkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak mengkhawatirkan penolakan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gaza dan menilainya sebagai bagian dari kampanye politik Israel.
"Kami memahami kebutuhan politik israel. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih.
Netanyahu sebelumnya mengumumkan Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.
The New York Times menyebut pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terkait Gaza. Menurut pejabat tersebut, Netanyahu berbicara melalui telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu. Netanyahu berjanji memberi kesempatan pada rencana 15 poin itu meski skeptis.
PM Netanyahu juga berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi dapat dimulai, menurut pejabat tersebut.
Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye pada 9 Oktober 2025,, sepakat menjalankan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.
Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada hari berikutnya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut "garis kuning". Namun, Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza setelah penarikan tersebut. (Foto: Dok Israel serang Gaza)



