Survei Ungkap Banyak Warga AS Menolak Perang AS Vs Iran

>Hasil survei makin banyak menunjukkan meningkatnya penolakan publik terhadap perang tersebut. 

>Hasil survei ini tunjukkan dukungan terendah sejak fase awal konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.


AS, Suarathailand- Xinhua melaporkan jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru yang dipublikasikan pada Senin (27/7) menyebutkan  hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat (AS) yang mendukung perang terhadap Iran, tingkat dukungan terendah sejak fase awal konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.

Survei yang dilakukan pada Jumat-Minggu (24-26 Juli) menunjukkan bahwa 69 persen warga AS, termasuk empat dari setiap 10 anggota Partai Republik, menilai Presiden AS Donald Trump belum menjelaskan secara jelas tujuan keterlibatan militer AS di Iran.

Dukungan terhadap konflik tersebut telah berada di bawah 40 persen sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pada 28 Februari.

Hasil survei makin banyak menunjukkan meningkatnya penolakan publik terhadap perang tersebut. 

Jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh The Washington Post-Ipsos menunjukkan bahwa 68 persen warga AS menilai perang itu tidak layak untuk diperjuangkan.

Trump pada Senin mengatakan bahwa dirinya telah memutuskan untuk menghentikan sementara serangan AS terhadap Iran guna memberikan kesempatan bagi perundingan, seraya memperingatkan bahwa dirinya dapat memerintahkan dimulainya kembali serangan jika pembicaraan dengan Iran gagal.

Menteri Perang AS Pete Hegseth meminta tambahan pendanaan untuk perang tersebut dalam sidang dengar pendapat di Senat AS pekan lalu, di mana dia mengatakan bahwa perang tersebut sejauh ini telah menghabiskan biaya 37,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.973), meningkat dari estimasi 29 miliar dolar AS pada Mei lalu.

Share: