Para pejabat Thailand sedang meneliti kepemilikan lahan warga Yahudi, struktur bisnis Yahudi, dan kemungkinan adanya pengaturan penggunaan nama pihak lain.
Bangkok, Suarathailand- Pihak berwenang Thailand sedang memeriksa bisnis yang terkait dengan Gan Chabad dan sebuah pemakaman Yahudi di Chachoengsao, termasuk kemungkinan adanya pengaturan penggunaan nama pihak lain (nominee) dalam jaringan perusahaan yang lebih luas.
Pihak berwenang Thailand memperluas pemeriksaan terhadap Gan Chabad Co., Ltd. dan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan direkturnya menyusul penyelidikan atas pemakaman Yahudi di Chachoengsao; para pejabat sedang meneliti kepemilikan lahan, struktur bisnis, dan kemungkinan adanya pengaturan penggunaan nama pihak lain.
Penyelidikan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aktivitas yang melibatkan sejumlah komunitas Israel dan Yahudi di Thailand, termasuk sengketa mengenai pemakaman di distrik Bang Khla dan penolakan terhadap rencana acara Tahun Baru Yahudi di Chabad Patong, Phuket.
Aktivis Sondhi Limthongkul dan kelompok Reclaim Thailand juga telah menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Israel, menuntut pengawasan yang lebih ketat terhadap warga negara Israel yang dituduh tidak menghormati hukum dan adat istiadat setempat.
Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan harus berfokus pada perilaku individu dan kepatuhan terhadap hukum Thailand, bukan pada kewarganegaraan atau agama.
Gan Chabad dan Rabi Yosef disorot saat pihak berwenang menelusuri kaitan bisnis.

Penyelidikan Pemakaman Mengarah ke Gan Chabad
Salah satu fokus utama pemeriksaan adalah pemakaman Yahudi di sub-distrik Samet Tai, distrik Bang Khla, Chachoengsao.
Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwunchwee mengunjungi lokasi tersebut pada 11 September saat pihak berwenang memperluas pemeriksaan terhadap status hukum dan kaitannya dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Thailand.
Para pejabat menemukan bahwa pemakaman tersebut terhubung dengan Gan Chabad Co., Ltd., perusahaan yang telah mengakuisisi lahan tersebut.
Pemakaman itu memiliki izin resmi saat didirikan sekitar empat hingga lima tahun yang lalu. Izin tersebut kemudian tidak diperpanjang, namun kegiatan pemakaman diduga tetap berlangsung setelah masa izin berakhir, sehingga menimbulkan potensi pelanggaran hukum.
Laporan terkini mengonfirmasi bahwa Gan Chabad adalah pihak pemohon yang terkait dengan pemakaman tersebut dan bahwa para pejabat sedang menyelidiki pemakaman yang dilakukan setelah izin kedaluwarsa.
Gan Chabad Co., Ltd. didaftarkan pada tahun 2008 dengan modal sebesar 30 juta baht.
Tujuan bisnis yang dicantumkan perusahaan mencakup penyediaan layanan pemakaman dan krematorium umum, serta pembelian, penyewaan, dan pengelolaan properti. Informasi perusahaan publik mengonfirmasi nama perusahaan dalam bahasa Inggris, yaitu Gan Chabad Co., Ltd., serta mencatat tanggal pendiriannya pada Maret 2008 dengan modal terdaftar sebesar 30 juta baht.
Para pendiri dan direktur perusahaan tersebut adalah individu keturunan Yahudi atau kelahiran Israel yang kemudian memperoleh kewarganegaraan Thailand.
Disebutkan pula bahwa pihak-pihak yang terkait dengan Gan Chabad memiliki hubungan dengan setidaknya 25 perusahaan lain yang beroperasi di Thailand, dengan total omzet gabungan melebihi 4 miliar baht.
Gan Chabad sendiri mengakuisisi lahan yang digunakan untuk pemakaman Bang Khla, sementara perusahaan-perusahaan yang merupakan bagian dari jaringan bisnis yang lebih luas tersebut bergerak di berbagai sektor.
Di antaranya adalah The Kosher Place (Thailand) Co., Ltd., sebuah usaha restoran yang menyajikan makanan kosher, serta perusahaan-perusahaan di bidang pariwisata yang melayani pengunjung Yahudi dan Israel.
Beberapa bisnis juga melayani orang-orang yang datang ke Thailand untuk menjalani rehabilitasi dan pemulihan kesehatan setelah sakit atau mengalami peristiwa yang berkaitan dengan konflik.
Pihak Berwenang Usut Kemungkinan Keterkaitan dengan 40 perusahaan
Sebuah sumber senior di Kementerian Dalam Negeri dikutip mengatakan bahwa jaringan yang terkait dengan Gan Chabad dapat mencakup hingga 40 perusahaan yang beroperasi di Thailand.
Kementerian Dalam Negeri sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Departemen Investigasi Khusus (DSI), dan Kantor Anti-Pencucian Uang untuk memeriksa apakah perusahaan-perusahaan yang terkait tersebut didirikan secara sah atau apakah ada yang menggunakan perantara (nominee) warga Thailand untuk kepentingan investor asing.
Pihak berwenang memperluas penyelidikan dengan menelusuri nama-nama direktur perusahaan dan keterkaitan mereka dengan bisnis lainnya.
Para pejabat menyatakan bahwa ketiga direktur resmi Gan Chabad memegang kewarganegaraan Thailand. Oleh karena itu, perusahaan tersebut terdaftar sebagai badan hukum Thailand, sementara persoalan mengenai pengaturan penggunaan perantara (nominee) sedang diperiksa secara terpisah terkait dengan perusahaan dan transaksi lainnya.
Polapee sebelumnya mengatakan bahwa tiga pemegang saham yang terkait dengan pemakaman tersebut adalah individu kelahiran Israel yang telah memperoleh kewarganegaraan Thailand dan secara hukum berhak memiliki tanah.
Rabbi Yosef Chaim Kantor menjadi sorotan
Salah satu tokoh yang mendapat perhatian khusus adalah Rabbi Yosef Chaim Kantor, pendiri Gan Chabad dan rabbi Chabad terkemuka di Thailand.
Kantor telah tinggal di Thailand sejak tahun 1993, atau selama lebih dari tiga dekade, dan kemudian memperoleh kewarganegaraan Thailand bersama anggota keluarganya.
Namanya ditulis dalam bahasa Inggris oleh organisasi dan dokumen Yahudi sebagai Rabbi Yosef Chaim Kantor atau Rabbi Yosef C. Kantor. Ia telah lama dikaitkan dengan Komunitas Yahudi Thailand dan kegiatan Chabad di negara tersebut.
Istri dan anak-anaknya adalah orang Yahudi, dan anggota keluarga tersebut memperoleh kewarganegaraan Thailand berdasarkan masa tinggal yang lama serta kontribusi mereka di Thailand, bukan melalui pernikahan dengan warga negara Thailand.
Salah satu putra Kantor juga disebut menjabat sebagai direktur Gan Chabad.
Pertanyaan Muncul Soal Proses Naturalisasi
Program *Khao Khon Khon Khao* di Nation TV menyoroti masalah naturalisasi Kantor dan mencatat bahwa permohonan kewarganegaraan Thailand melalui naturalisasi diatur oleh Undang-Undang Kewarganegaraan BE 2508 (1965).
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kriteria umum mencakup usia dewasa dan berkelakuan baik, memiliki pekerjaan dan penghasilan yang memenuhi syarat, memiliki rekam jejak pembayaran pajak, memegang status penduduk tetap, serta terdaftar sebagai penduduk di Thailand selama periode waktu yang dipersyaratkan.
Persyaratan yang disebutkan mencakup tolok ukur penghasilan minimal 80.000 baht per bulan dan catatan pajak selama setidaknya tiga tahun, serta status penduduk tetap dan pendaftaran dalam daftar rumah tangga Thailand selama minimal lima tahun berturut-turut.
Laporan tersebut menambahkan bahwa persyaratan dapat berbeda dalam situasi tertentu, termasuk untuk permohonan yang melibatkan pasangan warga negara Thailand, individu yang dianggap telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Thailand, dan kategori investor tertentu.
Hal yang kini sedang diperiksa adalah dasar perolehan kewarganegaraan Thailand oleh Kantor dan anggota keluarganya, serta proses persetujuan permohonan mereka.
Permohonan naturalisasi diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak diberikan secara otomatis.
Investigasi yang lebih luas ini tetap berfokus pada apakah perusahaan dan transaksi properti yang terkait dengan jaringan bisnis tersebut telah mematuhi hukum Thailand. Keberadaan investigasi ini sendiri tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Kantor ataupun jaringan Gan Chabad yang lebih luas.



