Sudah Hampir 2 Bulan Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

Pada 22 April, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan negosiasi terkait dua kapal Pertamina tersebut masih berlangsung.


Jakarta, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan komunikasi antara Indonesia dan Iran terus berlangsung untuk mencari solusi bagi dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz.

Havas mengatakan hal itu setelah rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (11/6).

Havas menyebut dua kapal tanker yang dioperasikan PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat ketegangan yang berlangsung di kawasan itu.

Perkembangan upaya tersebut sangat bergantung pada situasi keamanan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Bila kondisi politiknya memanas, eskalasi, ya kita harus wait and see, terpaksa," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa faktor asuransi menjadi salah satu kendala utama karena banyak perusahaan asuransi enggan menanggung risiko kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan.

Perusahaan asuransi masih bersedia memberikan perlindungan saat kapal berada di lokasi yang relatif aman, tetapi menolak menanggung risiko ketika kapal memasuki wilayah yang dianggap berbahaya.

Selain asuransi, keputusan pelayaran juga bergantung pada pertimbangan nakhoda serta persetujuan pemilik kargo yang mengutamakan keselamatan awak kapal dan muatan.

"Banyak sekali elemen yang harus selaras. Jadi bukan hanya soal jaminan dari otoritas negara saja karena semuanya harus selaras," kata Havas.

Pada 22 April, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan negosiasi terkait dua kapal Pertamina tersebut masih berlangsung.

Ia mengatakan proses penyelesaian menjadi kompleks karena situasi internal di Iran.

"Kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa," kata Sugiono.

Share: