>Kegiatan belajar yang sempat dihentikan akibat aksi penembakan akan dilanjutkan secara daring mulai 18 Agustus
>Penyelidikan awal mencatat bahwa pelaku penembakan tersebut merupakan seorang penggemar berat gim.
Nonthaburi, Suarathailand- Kegiatan belajar di Sekolah Debsirin Nonthaburi, yang sempat dihentikan menyusul insiden penembakan mematikan pada 7 Agustus, telah diperintahkan untuk dilanjutkan kembali mulai 18 Agustus, namun tetap dilaksanakan secara daring hingga akhir bulan.

Berdasarkan surat perintah yang ditandatangani oleh kepala sekolah Nathanapong Thongplap pada hari Selasa, penangguhan kegiatan belajar akibat penembakan tersebut diperpanjang hingga 17 Agustus (Senin depan).
Pembelajaran dijadwalkan kembali berjalan mulai 18 Agustus tetapi akan dilakukan secara daring hingga akhir bulan, sebelum kegiatan belajar tatap muka dimulai pada 1 September.
Perintah penghentian awal tersebut dikeluarkan menyusul aksi penembakan yang dilakukan oleh salah satu siswa sekolah itu, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 27 lainnya. Para korban mencakup staf sekolah, siswa, serta kakek-nenek pelaku sendiri.
Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital Chaichanok Chidchob menyatakan telah meminta asosiasi dan perusahaan terkait video gim untuk melaporkan kepada pihak berwenang mengenai penggemar gim yang menunjukkan ketertarikan berlebih terhadap senjata api, guna mendukung upaya pencegahan kekerasan bersenjata.
Penyelidikan awal mencatat bahwa pelaku penembakan tersebut merupakan seorang penggemar berat gim.
Menanggapi spekulasi bahwa remaja tersebut mempersiapkan aksinya menggunakan materi daring, Chaichanok mengklarifikasi bahwa pelaku penembakan dalam insiden 7 Agustus itu tidak menonton konten di *dark web*, melainkan menyaksikan film dokumenter dan melakukan pencarian informasi mengenai penggunaan senjata api di YouTube.




