Rusia Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina

Ukraina dilaporkan mencatat adanya penyimpanan patogen kolera, tularemia, dan brucellosis dalam jumlah berlebih di Institut Mikrobiologi dan Imunologi Mechnikov, yang sedang direkonstruksi oleh Amerika Serikat.


Moskow, Suarathailand- Kantor berita Anadolu melaporkan Kementerian Pertahanan Rusia mengaku telah memperoleh data baru penelitian tentang sifat-sifat merusak dari potensi agen senjata biologis di laboratorium biologi di Ukraina selama operasi militer khusus.

"Sepanjang operasi militer khusus, kami menerima dokumen tambahan yang mengonfirmasi bahwa fokus pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan masalah kesehatan yang saat ini dihadapi Ukraina, yang utamanya adalah penyakit-penyakit sosial yang signifikan," kata Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Mayor Jenderal Aleksei Rtishchev.

Rtishchev menyampaikan prioritas penelitian itu justru diarahkan pada studi terkait sifat merusak agen potensial senjata biologis, serta agen infeksius yang bertujuan melemahkan perekonomian negara.

Kementerian Kesehatan Ukraina dilaporkan mencatat adanya penyimpanan patogen kolera, tularemia, dan brucellosis dalam jumlah berlebih di Institut Mikrobiologi dan Imunologi Mechnikov, yang sedang direkonstruksi oleh Amerika Serikat.

"Nomenklatur patogen yang diteliti, yang tidak sesuai dengan masalah kesehatan Ukraina saat ini—di mana terjadi peningkatan kasus rubella, difteri, dan tuberkulosis—menunjukkan adanya upaya pengembangan komponen senjata biologis di laboratorium biologi Ukraina," ujar Rtishchev.

Dia juga menambahkan Institut Kedokteran Hewan Eksperimental dan Klinis (IECVM) di Kharkiv melakukan penelitian terhadap sejumlah penyakit serius yang berpotensi merusak sektor pertanian.

Share: