Rusia Klaim Ketegangan di Timur Tengah Dorong Minat ke Jalur Laut Utara

Telah banyak negara besar yang sudah menetapkan tujuan langsung ke arah ini.


Moskow, Suarathailand- Kantor Berita Sputnik melaporkan Menteri Pembangunan Timur Jauh dan Arktik Rusia, Alexei Chekunkov mengatakan permintaan global untuk pengiriman barang melalui Jalur Laut Utara diperkirakan akan meningkat pesat seiring perluasan koridor tersebut, terutama di tengah ketegangan di sekitar Timur Tengah.

Alexei menyampaikan hal tersebut dalam menanggapi pertanyaan apakah ia mengharapkan peningkatan permintaan global untuk transportasi melalui Jalur Laut Utara di masa depan, termasuk mengingat ketegangan di sekitar Terusan Suez.

Rusia saat ini telah membangun solusi teknologi paling kompleks seperti kapal pemecah es, peluncuran satelit ke luar angkasa, sekaligus menciptakan sistem dan infrastruktur yang diperlukan.

"Begitu sistem ini mulai berfungsi secara teratur, percayalah, pengirim barang terbesar di dunia akan mulai mengujinya terlebih dahulu, kemudian mereka akan mulai terbiasa dengannya," kata Alexei.

"Kemudian itu akan menjadi norma bagi mereka. Kemudian, saya pikir, kita akan melihat pertumbuhan eksplosif dalam transportasi, yang pada gilirannya akan menurunkan harga dan membuat Jalur Laut Utara menjadi lebih menarik," tambahnya.

Telah banyak negara besar yang sudah menetapkan tujuan langsung ke arah ini.

"Tidak hanya negara-negara Asia, tetapi juga negara-negara Afrika, tentu saja, negara-negara perdagangan maritim besar seperti Mesir, Aljazair, dan Tunisia akan dapat sepenuhnya menggunakan Rute Laut Utara untuk transportasi," kata Chekunkov.

Untuk saat ini, musim navigasi di Rute Laut Utara masih relatif singkat - sekitar empat hingga enam bulan tergantung pada kelas es kapal - serta masih dibutuhkan adanya pengawalan kapal pemecah es, kata menteri tersebut.

Namun, seiring dengan implementasi rencana pembangunan, termasuk pembangunan 10 kapal pemecah es nuklir, penyebaran konstelasi satelit, serta pembangunan armada 40 kapal pencarian dan penyelamatan, penggunaan koridor pelayaran sepanjang tahun diharapkan akan semakin realistis, ujarnya menegaskan.

Share: