Rusia angat mengecam tekanan terhadap kepemimpinan Kuba dan warganya.
Kremlin, Suarathailand- Rezim darurat AS terhadap Kuba menandai kembalinya strategi tekanan terhadap negara secara radikal, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
"Dalam hal ini, kita berbicara tentang pengulangan yang sangat radikal dari strategi tekanan maksimum yang berulang kali digunakan Washington terhadap Pulau Kebebasan, yang bertujuan untuk mencekik perekonomiannya.
Sikap Rusia tetap tidak berubah: sanksi sepihak terhadap negara-negara merdeka yang berdaulat, yang diadopsi dengan mengabaikan PBB dan ketentuan Piagamnya, serta norma-norma hukum internasional lainnya, sama sekali tidak dapat diterima.
Kami sangat mengecam tindakan pelarangan yang tidak sah terhadap Havana dan tekanan terhadap kepemimpinan Kuba dan warganya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Kerja sama Rusia-Kuba tidak ditujukan terhadap negara ketiga, Rusia akan terus mengembangkannya untuk kepentingan kedua negara, tambahnya.
Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan AS untuk mengenakan tarif impor pada barang-barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba, dan juga menyatakan keadaan darurat, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga berasal dari Havana.



