Presiden Kuba Ultimatum Sanksi Baru AS akan Perparah Ketegangan Bilateral

Trump sebelumnya menyebut AS dapat mengalihkan perhatiannya ke Kuba begitu perang dengan Iran mereda.


Kuba, Suarathailand- Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan pada Kamis (4/6) bahwa sanksi baru yang diberlakukan oleh Washington, bersama dengan pernyataan baru-baru ini oleh Presiden AS Donald Trump akan semakin memperketat blokade terhada Kuba dan memperdalam ketegangan antara kedua negara.

Sebelumnya, Trump menyebut AS dapat mengalihkan perhatiannya ke Kuba begitu perang dengan Iran mereda.

Diaz-Canel mengatakan langkah-langkah AS tersebut "bertujuan untuk memperkuat langkah blokade dan skenario konflik antara Kuba dan AS."

Dia mengatakan bahwa "langkah koersif" yang diterapkan dalam beberapa pekan terakhir terhadap Kuba dirancang untuk merugikan rakyat Kuba dan "agresivitas serta kejahatan" Pemerintah AS akan berhadapan dengan tekad Kuba untuk "menghadapi skenario terburuk dan melawan serangan imperialis."

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez pada Kamis (4/6) juga mengatakan dimasukkannya Diaz-Canel serta entitas dan individu Kuba lainnya ke dalam daftar sanksi "merupakan bukti terbaru dari rencana intervensi AS untuk menggambarkan Kuba sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat."

Rodriguez menulis di platform media sosial X bahwa tindakan AS yang bertujuan untuk "membangun skenario konflik" antara kedua negara "pasti akan gagal."

Share: