Chiang Mai tetap menjadi destinasi utama bagi mereka yang mencari pengalaman Songkran budaya, menarik pengunjung dengan perayaan Lanna tradisionalnya.
Pattaya, Suarathailand- Pattaya adalah destinasi domestik nomor satu untuk Songkran 2026, sebagian besar karena festival Wan Lai yang diperpanjang yang melanjutkan perayaan hingga 19 April.
Destinasi pantai dan pesisir adalah yang paling populer di kalangan wisatawan domestik, dengan Krabi, Phuket, Hua Hin, dan Koh Samui juga termasuk dalam pilihan teratas.

Chiang Mai tetap menjadi destinasi utama bagi mereka yang mencari pengalaman Songkran budaya, menarik pengunjung dengan perayaan Lanna tradisionalnya.
Secara keseluruhan, permintaan perjalanan untuk Songkran 2026 diperkirakan akan meningkat, menyusul kesuksesan festival 2025 yang menghasilkan lebih dari THB28,7 miliar, peningkatan 17% dari tahun sebelumnya.
Menyusul perayaan Songkran pada tahun 2025 yang menghasilkan lebih dari THB28,723 miliar dalam peredaran ekonomi nasional, naik 17% dari tahun sebelumnya, perkembangan festival yang terus berlanjut menjadi perayaan global diharapkan akan semakin meningkatkan pengeluaran pariwisata pada tahun 2026, didorong oleh perluasan acara berskala besar dan meningkatnya partisipasi wisatawan.
Charles Wong, Wakil Presiden Komersial di Traveloka, mengatakan: “Songkran adalah waktu yang sangat bermakna bagi masyarakat Thailand. Ini adalah musim pulang kampung, tradisi, dan awal yang baru.

Traveloka percaya bahwa momen-momen gembira ini harus dapat diakses oleh semua orang, bahkan selama periode permintaan perjalanan yang tinggi. Baik itu kembali mengunjungi keluarga di Utara atau berlibur di tepi pantai di Selatan, kami hadir untuk membantu menjadikan setiap perjalanan Songkran semulus dan bermakna seperti perayaan itu sendiri.”
Data terbaru dari Traveloka menunjukkan bahwa 10 destinasi domestik terpopuler selama Songkran adalah Pattaya, Chiang Mai, Krabi, Phuket, Hua Hin, Koh Samui, Bangkok, Hat Yai, Khon Kaen, dan Koh Samet.
Destinasi pantai mendominasi pencarian selama Songkran 2026, mencerminkan permintaan yang kuat di kalangan wisatawan yang mencari liburan di tepi laut selama liburan panjang.
Di antara destinasi domestik, Pattaya menempati peringkat pertama selama Songkran, berkat perayaannya yang diperpanjang dan khas.
Permintaan perjalanan Songkran 2026 meningkat karena Pattaya memimpin destinasi domestik

Festival Wan Lai melanjutkan perayaan air hingga 19 April, mempertahankan suasana meriah sepanjang periode liburan.
Chiang Mai tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan yang ingin merasakan Songkran dari sudut pandang budaya.
Kota ini, yang dikenal dengan tradisi Lanna-nya, menarik pengunjung yang mencari suasana meriah, acara perayaan besar seperti MAYA Water World, dan aktivitas bermain air di sekitar Gerbang Tha Phae.
Pada saat yang sama, destinasi pantai seperti Krabi terus menarik minat yang kuat, mencerminkan daya tarik liburan berbasis alam dan lingkungan yang indah.
Phuket dan Hua Hin juga tetap menjadi pilihan populer untuk keluarga dan kelompok teman.
Selain itu, wisata pulau semakin populer, dengan Koh Samui dan Koh Samet mengalami peningkatan pencarian akomodasi dari wisatawan yang mencari alternatif yang lebih tenang dibandingkan kota-kota besar.
Bangkok tetap menjadi pusat utama perayaan Songkran, dengan acara-acara seperti perayaan Maha Songkran di Sanam Luang, S2O, dan Festival Musik Songkran SIAM diperkirakan akan terus mendorong jumlah pengunjung.
Hat Yai dan Khon Kaen juga tetap populer, didukung oleh perjalanan pulang kampung dan aktivitas pariwisata regional yang dinamis.
Di luar pariwisata domestik, permintaan perjalanan ke luar negeri selama Songkran tetap kuat.
Data Traveloka menunjukkan bahwa Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong adalah destinasi internasional yang paling banyak dicari, mencerminkan preferensi wisatawan Thailand untuk perjalanan regional jarak pendek yang nyaman dan menawarkan beragam pengalaman.
Data Traveloka juga mencerminkan perilaku perencanaan perjalanan wisatawan Thailand.
Pemesanan penerbangan cenderung mencapai puncaknya sekitar 25 hari sebelum keberangkatan, menunjukkan bahwa wisatawan merencanakan rute dan mengelola biaya jauh-jauh hari.
Sementara itu, pemesanan akomodasi biasanya meningkat selama 10 hari terakhir sebelum liburan, menunjukkan pengambilan keputusan yang lebih fleksibel dan semakin mendadak.
Perilaku ini menunjukkan bahwa meskipun banyak wisatawan merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari, keputusan tentang akomodasi seringkali dibuat mendekati periode festival.
Namun, karena permintaan akomodasi meningkat tajam menjelang Songkran, properti di destinasi populer mungkin akan cepat penuh.
Oleh karena itu, perencanaan dan pemesanan jauh-jauh hari tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk mendapatkan pilihan dan harga yang lebih sesuai.




