Iran Tangkap Puluhan Teroris dan Mata-mata Selama Agresi AS-Israel

Seorang mata-mata yang melapor langsung kepada agen dinas intelijen Israel yang berbasis di London ditangkap di provinsi Ilam, yang terletak di perbatasan barat dengan Irak.


Teheran, Suarathailand- Press TV melaporkan Kementerian Intelijen Iran telah melakukan operasi anti-terorisme, spionase, dan sabotase yang sukses di negara itu selama agresi AS-Israel selama 39 hari yang berakhir dengan gencatan senjata pada awal April.

Kementerian tersebut mengatakan telah menangkap empat teroris, satu mata-mata, dan puluhan anggota jaringan sabotase yang berupaya memicu kerusuhan di jalanan selama hari-hari agresi di Iran.

Dikatakan bahwa operasi tersebut telah berlangsung di tiga provinsi, termasuk di provinsi Teheran, tempat ibu kota berada.

Pernyataan tersebut mengatakan seorang mata-mata yang melapor langsung kepada agen dinas intelijen Israel yang berbasis di London ditangkap di provinsi Ilam, yang terletak di perbatasan barat dengan Irak.

Mata-mata tersebut berencana untuk menembus lembaga-lembaga pemerintah utama dan mentransfer informasi sensitif tentang keberadaan pejabat senior.

Empat anggota kelompok teroris yang beroperasi di provinsi Sistan dan Baluchestan bagian tenggara, dekat perbatasan dengan Pakistan, juga ditangkap sebelum mereka dapat melakukan operasi terhadap lembaga-lembaga sipil, kata kementerian tersebut.

Para teroris tersebut memiliki catatan kriminal dalam sistem peradilan Iran, termasuk untuk rencana terkait serangan terhadap pengungsi asing yang berbasis di kota Ghasr Ghand dan Saravan pada tahun 2025, katanya.

Korps Garda Revolusi Islam turut berkontribusi dalam penggerebekan tempat persembunyian para teroris di mana mereka menyimpan sembilan senapan Kalashnikov dan 2.000 peluru, tambahnya.

Kementerian intelijen Iran mengatakan operasi besar lainnya yang telah dilakukan selama masa agresi AS-Israel menyebabkan penangkapan 126 pelaku sabotase, termasuk para pemimpin geng terkenal di ibu kota Teheran yang berupaya menghasut kerusuhan selama masa agresi tersebut.

Operasi-operasi yang sukses ini terjadi di tengah laporan bahwa AS dan rezim Israel telah memanfaatkan potensi kerusuhan yang dapat melemahkan pemerintah dan pasukan keamanan Iran selama agresi tersebut.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menyatakan bahwa tujuan utama agresi mereka terhadap Iran adalah untuk membantu para perusuh menggulingkan pemerintah.

Share: