Amerika Serikat dan mitra koalisinya telah secara resmi mengakhiri Operasi Inherent Resolve di Irak setelah kampanye selama 12 tahun melawan ISIS.
Irak, Suarathailand- Militer AS telah merampungkan penarikan pasukannya dari Irak, demikian pernyataan Pentagon pada hari Rabu, yang sekaligus mengakhiri keterlibatan militer AS selama lebih dari dua dekade di negara tersebut.
Amerika Serikat dan mitra koalisinya telah secara resmi mengakhiri Operasi Inherent Resolve di Irak setelah kampanye selama 12 tahun melawan kelompok teroris Negara Islam (ISIS, ISIL, atau Daesh), kata Pentagon sebagaimana dilaporkan kantor berita DPA.
Kepergian pasukan dan peralatan koalisi terakhir dari Pangkalan Udara Erbil menandai "berakhirnya misi militer tersebut dengan sukses," tambah pernyataan itu.
Pentagon menyatakan bahwa tanggung jawab untuk mengatasi ancaman keamanan yang tersisa, termasuk sel-sel ISIS, kini terutama berada di tangan pasukan Irak, meskipun Washington akan terus memberikan pelatihan khusus dan dukungan intelijen.
Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Irak Qasim Al-Araji menyambut baik berakhirnya misi koalisi pimpinan AS tersebut sebagai sebuah "tonggak sejarah penting".
AS menginvasi Irak bersama sekutunya pada tahun 2003 dan menggulingkan pemimpin yang telah lama berkuasa, Saddam Hussein.
Pasukan AS sempat menarik diri pada tahun 2011 namun kembali pada tahun 2014 atas permintaan pemerintah Irak setelah ISIS menguasai wilayah yang luas di Irak dan negara tetangganya, Suriah.
ISIS dinyatakan kalah secara militer di Irak pada tahun 2017, meskipun sel-sel kelompok tersebut masih aktif.



