Iran Sebut AS dan Sekutunya Incar Kekayaan Timur, Bukan Pembangunan Kawasan

"Peradaban adalah milik Timur, dan mereka mengincar sumber daya serta kekayaan masyarakat Timur," ujar Balali.


Teheran, Suarathailand- Seorang penasihat senior bagi komandan Angkatan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutu Baratnya berupaya mengeksploitasi sumber daya dan kekayaan wilayah Timur, alih-alih mendorong pembangunan dan pemberdayaan bangsa-bangsa Timur serta negara-negara Muslim.

Brigadir Jenderal Ali Balali, penasihat komandan Angkatan Kedirgantaraan IRGC, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars saat ditanya mengenai anggapan yang menyebut perang AS-Israel melawan Iran sebagai "perang peradaban."

"Peradaban adalah milik Timur, dan mereka mengincar sumber daya serta kekayaan masyarakat Timur," ujar Balali.

Ia menegaskan bahwa negara-negara Muslim tetangga harus memahami tujuan Amerika Serikat dan sekutunya, seraya mengatakan bahwa mereka tidak berniat memberdayakan atau memajukan masyarakat Timur maupun bangsa-bangsa Muslim.

"Mereka hanya ingin memperkaya diri sendiri," katanya.

Merujuk pada rekam jejak sejarah kekuatan Barat terhadap penduduk asli Amerika dan bangsa Afrika, Balali mengatakan bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Eropa membangun kekuatan mereka melalui pembantaian penduduk asli Amerika dan penghancuran populasi Afrika.

Ia menyebut Prancis dan Belgia sebagai contoh negara yang memiliki sejarah eksploitasi dan kolonialisme.

Balali mengkritik negara-negara Barat yang mengaku menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan terlepas dari catatan sejarah mereka; ia menyebut bahwa mereka telah melakukan berbagai tindakan keliru dan kejahatan, namun kini justru menampilkan diri sebagai pembela perdamaian dan keadilan.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Israel berhadapan dengan kubu yang berupaya memastikan kaum tertindas mewarisi bumi.

Pernyataan penasihat Angkatan Kedirgantaraan IRGC tersebut juga menyoroti upaya untuk mencegah munculnya peradaban Islam yang baru.

Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, saat berbicara di Athena, menekankan perlunya mempertahankan peradaban Barat dan melontarkan komentar mengenai peradaban Iran.

Share: