Meskipun gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025, militer Israel terus melancarkan serangan terhadap wilayah Palestina.
PBB, Suarathailand- Sputnik melaporkan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebutkan sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza tidak mendapat fasilitas pendidikan yang layak akibat hancurnya sekolah-sekolah.
"Sistem pendidikan di Gaza hancur sejak 2023 sehingga menyebabkan sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan layak, karena sekolah-sekolah di sana rusak atau hancur," kata Nebenzia di hadapan Dewan Keamanan PBB, Senin (26/10).
Nebenzia menambahkan akses pendidikan di wilayah-wilayah dilanda krisis merupakan masalah yang sangat memprihatinkan.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025, militer Israel terus melancarkan serangan terhadap wilayah Palestina, dengan alasan target mereka adalah fasilitas milik Hamas dan anggota gerakan kelompok perjuangan Palestina itu.
PBB menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat buruk, ditandai dengan kehancuran meluas, gangguan pada fasilitas medis, serta tantangan berkelanjutan dalam penyediaan makanan dan kebutuhan pokok bagi penduduk setempat.



