Paus menyuarakan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Yaman, khususnya di Kota Taiz.
Vatikan, Suarathailand- Anadolu melaporkan Paus Leo XIV menyerukan penghentian segala bentuk permusuhan di Yaman, sekaligus mendoakan para korban tewas dalam insiden penyerangan mematikan terhadap umat di sebuah gereja Ortodoks di Yordania.
Setelah doa Angelus mingguan, Paus menyuarakan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Yaman, khususnya di Kota Taiz.
Di wilayah tersebut, warga setempat menghadapi krisis akibat kekurangan pasokan makanan, air bersih, serta obat-obatan.
”Saya menyampaikan seruan dari lubuk hati yang paling dalam agar permusuhan dihentikan, serta menjamin kehidupan yang damai bagi rakyat Yaman dan seluruh masyarakat di kawasan tersebut," ujar Paus Leo XIV.
Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada 2014. Situasi ini mendorong intervensi koalisi militer pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Saat ini, kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman, sementara pasukan pemerintah beserta sekutunya memegang kendali atas Kota Aden dan sebagian besar wilayah provinsi di bagian selatan serta timur negara tersebut.
Beralih ke Yordania, Paus Leo turut menyatakan solidaritas mendalam bagi para korban insiden penembakan yang menargetkan umat di Gereja Ortodoks St. George di Harmoud, Jumat (23/10) lalu.
"Saya bersama masyarakat dan seluruh rakyat Yordania, yang selama ini dikenal berkat hidup berdampingan secara damai serta rasa saling menghormati antarumat beragama," tuturnya.
Penembakan brutal oleh sejumlah orang bersenjata saat berlangsungnya prosesi pemakaman pada 23 Oktober lalu menyebabkan sembilan korban tewas dan sekitar 40 lainnya mengalami luka-luka.
"Mari kita terus bersama-sama berdoa demi terciptanya perdamaian... Tidak pernah sebelumnya begitu jelas terlihat bahwa perang - selain menebar kematian dan kehancuran - juga memiskinkan serta merusak dunia,” kata Paus Leo.
“Semoga Tuhan menginspirasi pilihan-pilihan yang berpihak pada dialog dan perdamaian," ujar Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu.
Sumber: Anadolu



