Menlu Turki Kunjungi Indonesia, Bahas Perdagangan dan Gaza

Turki dan Indonesia akan bahas perluasan kerja sama bilateral, peningkatan hubungan perdagangan dan pertahanan, serta mengatasi tantangan keamanan regional dan global.


Jakarta, Suarathailand- Kantor berita Antara melaporkan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Rabu (3/6). 

Fidan akan membahas perluasan kerja sama bilateral, peningkatan hubungan perdagangan dan pertahanan, serta mengatasi tantangan keamanan regional dan global.

Fidan disebut akan membahas langkah-langkah untuk lebih memperkuat kerja sama di berbagai sektor sesuai dengan kemauan politik yang ditunjukkan oleh para pemimpin kedua negara, menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turkiye, Selasa.

Ia diperkirakan akan menekankan pentingnya memperdalam kerja sama di bidang infrastruktur, energi, transportasi, digitalisasi, kecerdasan buatan, teknologi tinggi, dan industri makanan halal untuk membantu meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga 10 miliar dolar AS (sekitar Rp178,3 triliun).

Fidan juga akan meninjau proyek-proyek industri pertahanan yang sedang berjalan dan menilai potensi bidang kerja sama baru.

Mengenai Gaza, Fidan akan menegaskan kembali bahwa Turki dan Indonesia tetap berdialog erat mengenai perkembangan di Palestina dan akan melanjutkan upaya bersama untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi.

Menurut Kemlu Turkiye, Fidan juga akan menekankan perlunya tindakan internasional yang terkoordinasi sebagai tanggapan terhadap pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza, tindakan provokatif di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, dan perluasan pendudukan yang dilakukan pasukan Israel di Lebanon.

Selama kunjungannya ke Jakarta, Fidan diperkirakan akan membahas perkembangan yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz, Suriah, perang Rusia-Ukraina, Somalia, Sudan, dan Libya, serta isu-isu keamanan regional dan global yang lebih luas di kawasan Asia-Pasifik.

Fidan terakhir kali mengunjungi Indonesia pada Februari 2025 sebagai bagian dari kunjungan resmi Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan ke negara tersebut. Hubungan antara Turkiye dan Indonesia, yang ikatan sejarahnya berawal sejak abad ke-15, ditingkatkan menjadi kemitraan strategis pada 2011.

Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi yang dibentuk selama kunjungan Erdogan ke Indonesia pada 2022 mengadakan pertemuan pertamanya di Jakarta pada Februari 2025. Pertemuan selanjutnya diharapkan akan berlangsung di Turkiye pada 2027.

Kedua negara mengadakan Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Pertahanan 2+2 pertama mereka di Ankara pada Januari 2026.

Volume perdagangan bilateral melebihi 2,5 miliar dolar AS (Rp44,57 triliun) pada 2025, dan kedua negara bertujuan untuk meningkatkannya menjadi 10 miliar dolar AS sesuai dengan target yang diumumkan selama kunjungan Erdogan ke Indonesia tahun lalu.


Share: