Menhan AS Desak China Hormati Posisi AS di Indo-Pasifik

Menhan AS mengklaim negara-negara di kawasan itu semakin khawatir tentang ekspansi militer China.


Singapura, Suarathailand- Kantor Berita Anadolu melaporkan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, Jumat (29/5), berjanji bahwa AS akan mempertahankan kekuatan militer yang dibutuhkan untuk memastikan China menghormati peran Washington di Indo-Pasifik, dan memperingatkan tentang meningkatnya kemampuan militer Beijing.

Menhan AS mengklaim negara-negara di kawasan itu semakin khawatir tentang ekspansi militer China.

“Ada kekhawatiran yang beralasan mengenai peningkatan militer China yang bersejarah dan perluasan aktivitas militernya di kawasan dan di luar kawasan,” katanya dalam Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura.

“Kita memiliki penilaian yang jernih tentang lingkungan keamanan tersebut,” kata Hegshet.

Merujuk pada pendekatan pemerintahan Trump terhadap hubungan dengan Beijing, dia mengatakan, "Di bawah kepemimpinan Presiden (Donald) Trump, hubungan antara Amerika Serikat dan China lebih baik daripada yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir."

"Presiden Trump dan pemerintahan ini berupaya mencapai perdamaian yang stabil, perdagangan yang adil, dan hubungan yang saling menghormati dengan China," katanya lagi.

"Jangan salah paham, Amerika adalah negara Pasifik, dan kami bersikeras agar China menghormati posisi kami yang telah lama ada di kawasan ini, dan bukan hanya bersikeras tetapi juga mempertahankan kekuatan militer yang nyata untuk mendukungnya," kata Hegseth.

Menguraikan strategi militer AS di kawasan tersebut, dia mengatakan, "Kami akan memprioritaskan kemampuan mematikan, disiplin strategis, dan kerja sama yang profesional daripada retorika kosong dan pameran kekuatan."

"Setiap calon lawan akan dipaksa untuk menilai kami berdasarkan kekuatan keras kami, kesiapan kolektif, dan tekad yang teguh," tambahnya.

Hegseth mengatakan pendekatan AS di Pasifik berpusat pada pencegahan melalui penolakan di sepanjang rantai pulau pertama dan berjanji untuk memperkuat pertahanan di seluruh Pasifik Barat.

Menteri Pertahanan itu juga menyoroti rencana untuk memperluas produksi dan pengeluaran militer AS.

"Amerika sedang menjalani mobilisasi manufaktur nasional bersejarah dari basis industri pertahanan kami. Kami akan memproduksi persenjataan terbaik di dunia dalam skala besar, dengan cepat, dan dengan harga yang wajar," katanya.

Dia menambahkan bahwa Trump berencana meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 1,5 triliun dolar AS (Rp26.735 triliun) tahun ini, naik dari 1 triliun dolar AS (Rp17.823 triliun) tahun lalu, sebagai bagian dari investasi generasi yang bertujuan untuk memperkuat kekuatan militer Amerika.

Mengenai Iran, dia berkata, "Kita masih memiliki kewajiban global untuk memastikan bahwa Iran tidak mendapatkan senjata nuklir. Kita fokus pada hal itu."


Share: