Perairan Malaysia dikenal sebagai lokasi rawan transfer minyak ilegal antar kapal, di mana minyak dipindahkan antar kapal tanker di laut untuk menyembunyikan sumbernya.
Penang, Suarathailand- Dua kapal tanker yang diduga melakukan transfer minyak ilegal antar kapal ditahan di lepas pantai Penang, Malaysia, pekan lalu, dengan minyak mentah senilai lebih dari 512 juta ringgit ($129,9 juta) atau sekitar Rp2 triliun disita 24 mil laut sebelah barat Muka Head, menurut laporan Badan Penegakan Maritim Malaysia.
Asal minyak yang ditransfer tidak diungkapkan.
Perairan Malaysia dikenal sebagai lokasi rawan transfer minyak ilegal antar kapal, di mana minyak dipindahkan antar kapal tanker di laut untuk menyembunyikan sumbernya. Pihak berwenang mengumumkan peraturan yang lebih ketat terhadap kegiatan tersebut pada Juli tahun lalu.
Kedua kapal tanker yang disita, senilai 718 juta ringgit, membawa 53 awak kapal dari Tiongkok, Myanmar, Iran, Pakistan, dan India. Kedua kapten kapal ditangkap dan diserahkan kepada penyelidik maritim di Penang.
Kapten Maritim Muhammad Suffi Mohd Ramli menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut diperiksa setelah sebuah kapal patroli menerima informasi sekitar pukul 1 dini hari pada hari Kamis. Kapal-kapal tersebut ditemukan berjejer dan diduga terlibat dalam transfer ilegal.
Kapal-kapal tanker tersebut sedang diselidiki karena berlabuh tanpa izin, yang dikenakan denda 100.000 ringgit, dan karena transfer kapal ke kapal ilegal, dengan denda 200.000 ringgit per kapal. /Reuters




